Tatkala Anak Kita Sudah Baligh
Easystem   04 September 2018   Dibaca 126 kali  

 Selagi orang tua masih hidup, ia punya kewajiban mendidik anaknya, sekalipun anak itu sudah dewasa. Karena Allah Azza Wajalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. at-Tahrim: 6)

 Ibnu Katsir berkata: "Perintahkan keluargamu agar mengerjakan yang baik, dan cegahlah dari perkara mungkar, jangan biarkan mereka telantar sehingga dimakan oleh api neraka pada hari kiamat." (Tafsir ibnu katsir 5/240)

SADARI PERBEDAAN PUBERTAS ZAMAN DAHULU DAN SEKARANG

 Ketika anak sudah baligh, orang tua harus lebih perhatian. Karena umur ini merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Orang tua bisa membayangkan bagaimana dahulu pada saat dirinya mulai baligh. Hanya saja hidup kita dulu tidak sama dengan anak dan cucu kita pada zaman sekarang yang dikepung oleh bermacam macam sarana yang dapat memudahkan berbuat maksiat, seperti posel, internet dan lainnya. Gaya hidup dan pergaulan bebas umummnya anak-anak sekarang juga belum pernah kita alami saat kita masih muda.

 Rasulullah Saw mengingatkan akan fitnah wanita yang membahayakan kaum pria, terutama sangat terasa pada zaman sekarang. Belias Saw bersabda:

"Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita." (HR. al-Bukhari 5/1959 dan Muslim 4/2094)

 Bahkan Rasulullah Saw mengingatkan bahwa fitnah yang menimpa kaum pria ini bukan hanya bagi umat beliau, tetapi juga umat sebelumnya. Rasulullah Saw bersabda:

"Sesungguuuhnya dunia ini indah dan menggiurkan yang dengannya Allah akan menguji kalian. Setelah itu, Allah pun akan melihat bagaimana perbuatan kalian. Oleh karena itu, jagalah diri kalian dari godaan dunia dan wanita, karena sesungguhnya bencana pertama yang menimpa bani Ira'il adalah wanita." (HR. Muslim 8/89 no.2077)

 Maka Bagaimana dengan fitnah wanita pada zaman sekarang? Tentu lebih berbahaya, karena ditunjang oleh kemajuan teknologi yang tidak didukung dengan perbaikan pendidikan anak.

LEBIH PERHATIAN TERHADAP ANAK GADIS 

 Jika anak perempuan sudah baligh, orang tua hendaknya lebih perhatian dan meningkatkan pengawasannya. Utamanya bila suah baligh dan belum menikah. Orang tua hendaknya mempehatikan mereka agar tidak bepergian jauh tanpa mahram, dengan siapa dia bergaul walaupun sama jenisnya. Hendaknya dilarang jika bergaul dengan lawan jenis sekalipun di bangku pendidikan apalagi di tempat kerja. Tidak mustahil itu akan membawa petaka, karena lawan jenis yang bukan mahramnya merupakan usuh utama bagi para pemuda dan pemudi. Wanita yang keluar dari rumah tanpa mahram itu fitnahnya lebih besar, memfitnah pria atau dia sendiri yang terfitnah, Rasulullah Saw bersabda:

"Wanita itu aura, apabila keluar akan disambut (dipercantik) oleh setan." (HR. at-Tirmidzi 5/23, dishahihkan oleh al-Albani, Tuhfatul Ahwadzi 3/253)

Diriwayatkan pula dari Jabir R.A,

"Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah melihat seorang wanita, lalu beliau masuk ke rumah Zainab, sedang dia sedang menyamak kulit miliknya, lalu beliau menyelesaikan hasratnya (terhadap istrinya). Setelah itu, ia keluar mengunjungi sahabatnya, dan berkata, 'Sesungguhnya wanita itu dayang bagikan bentuk setan dan pergi bagikan bentuk setan. Barangsiapa yang mendapati hal demikian, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena hal tersebut bisa meredam gejolak syahwat yang ada dalam dirinya." (HR. Muslim: 3473)

 Imam an-Nawawi berkata, "Wanita bila keluar akan memfitnah dna membangkitkan syahwat kaum pria, karena Allah Azza Wajalla menjadikan pria menyenangi wanita, serupa setan yang pekerjaannya menyesatkan manusia." (Syarah Shahih Muslim 5/75)

 Maka bagaimana denga pria yang melihat keindahan wanita, sedangka dia belum menikah? Tentu akan tersakiti hatinya dan menjadi sulit pengobatannya. Maka mari kita jaga putra putri kita dari pergaulan bebas. Rasulullah Saw memberi kabar gembira bagi orang tua yang bersabar mendidik anak perempuannya. Rasulullah Saw telah bersabda:

"Barangsiapa dapat mengasuh dua orang anak perempuannya hingga dewasa, maka aku akan bersamanya di hari kiamat kelak." Beliau merapatkan kedua jarinya. (HR. Muslim: 1769)

BANTU PUTRA DAN PUTRI KITA AGAR SEGERA MENIKAH

 Wanita yang sehat segalanya tentu berkeinginan segera menikah. Maka jika sudah baligh, hendaknya segera menikah. Jika tidak, fitnahnya akan lebih besar. Karena dia akan berdandan, sering keluar untuk mencari orang yang dapat menyenangi dirinya, membuka aurat, keluar tanpa mahram, senang bergaul dengan pria, senang memakai parfum. Belum lagi pada zaman sekarang didukung dengan kemajuan teknologi seperti perangkat pondsel pintar dan semisalnya, yang memudahkan para pemudi berhubungan dengan pria yang bukan mahramnya, dan umumnya juga berkisar pada urusan syahwat.

 Oleh karena itu, solusinya orang tua hendaknya segera mencarikan jodoh untuk putrinya. Abu Hatim al-Muzani R.A berkata, "Rasulullah Saw bersabda :

"Jika datang kepadamu orang yang kamu senangi agama dan akhlaknya maka nikahkan (putrimu) dengannya. Jika tidak maka akan terjadi fitnah di permukaan bumi dan terjadi kerusakan." (HR. at-Tirmidzi: 1005, dihasankan oleh al-Albani, Mukhtashar Irwa' al-Ghalil 1/370)

 Ibnu Baththal berkata, "Rasulullah Saw mengajurkan umatnya menikah agar sempurna agama dan ibadahnya, agar terjaga kehormatan dirinya, sehingga mampu menundukkan pandangan matanya serta menjaga syahwatnya agar tidak jauh kepada perbuatan keji." (Syarah Shahih al-Bukhari, Ibnu Baththal 7/29)

 Jika dia belum mendapatkan jodoh, hendaknya berdiam di rumah, tidak keluar kecuali bersama mahram, tidak keluar kecuali dalam keadaan sangat mendesak dan diizinkan oleh syariat Islam, dan hendaknya sering beribadah, baik yang wajib maupun sunnah, terutama puasa sunnah.

 Rasulullah Saw bersabda:

 و من لم يستطع فعليه با لصوم فإ نَه له وجاء

"Dan barangsiapa yang belum mampu (menikah), hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya." (HR. al-Bukhari: 4679)

 Demikian juga orang tua hendaknya mencarikan jodoh bagi putranya, bila dia belum punya calon, dan bila dia punya keinginan kuat untuk menikah. Karena orang tua insya Allah lebih tepat saat memilihkan wanita untuk putranya, agar selamat dari fitnah wanita. Sekalipun awalnya putra kita yang mau menikah ini perlu bantuan ekonomi dari orang tua, maka itu masih jauh lebih baik daripada harus membiarkan mereka dengan pergaulan bebasnya. Sebab, membantu keluarga pahalanya sangat besar.

 

 
Tags :
12 6

Bagikan :