Nasihat ’Abdullah ibn Mas’ud’
Easystem   31 Juli 2018   Dibaca 137 kali  

BIOGRAFI SINGKAT

  Beliau bernama Abu 'Abdirahman 'Abdullah ibn Mas'ud-semoga Allah Ta'laa Meridhainya. Ibunya bernama Ummu 'Abd. Ibnu Mas'ud termasuk di antara imam pembesar para sahabat. Beliau telah masuk islam di awal-awal dakwah Nabi SAW, bahkan sebelum Rasulullah SAW masuk ke Darul-Arqam. Beliau juga turut berhijrah ke Habsyah (Etiopia). Beliau selalu hadir dalam pertempuran-pertempuran besar, seperti perang Badar dan yang lainnya. Beliau adalah penyimpan rahasia Nabi SAW sekaligus teman setia Nabi SAW; kemana pun Rasulullah SAW pergi, Ibnu Mas'ud akan selalu menyertainya.

  Bahkan beliau sering diserupakan dengan Nabi SAW dalam hal tutur kata dan petuah-petuahnya. Sepeninggal Nabi SAW, Ibnu Mas'ud RA diangkat menjadi gubernur di kota Kuffah, dan pemegang amanat baitulmal di masa Khalifah 'Umar RA dan di awal-awal masa khilafah 'Utsman ibn 'Affan RA

  Ibnu Mas'ud RA adalah di antara para sahabat yang paling memahmi Kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Pada suatu ketika, 'Umar RA sedang duduk-duduk lalu datanglah Ibnu Mas'ud RA, maka 'Umar RA berkata, "(Beliau) inilah bagai rumah yang telah dipenuhi dengan ilmu."

Beliau meninggal dunia pada tahun 32 H dan dikuburkan bersama dengan para sahabat Nabi SAW yang lainnya di Pekuburan Baqi'. Semoga Allah Ta'ala Merahmati kita dan beliau. Aamiin.

BUKTI CINTA KEPADA ALLAH 

Di antara nasihat-nasihat beliau adalah:

من كان يحبّ أن يعلم أنّه يحبّ الله فليعرض نفسه على القرآن فهو يحبّ الله تعلى فإ نّما القرآن كلا م الله فمن أحبّ القرآن فهو يحبّ الله

"Barang siapa senang untuk diketahui bahwa ia cinta kepada Allah Ta'la maka ujilah dirinya dengan Al-Qur'an, jika ia mencintai Al-Qur'an berarti dia mencintai Allah Ta'la, karena sesungguhnya Al-Qur'an adalah Kalamullah,  maka siapa yang cinta Al-Qur'an maka berarti ia mencintai Allah Ta'ala."

  Ini adalah barometer atas pengakuan seseorang, Banyak orang yang mengaku-aku cinta Allah Ta'ala dan cinta Rasulullah SAW, namun yang paling penting adalah apa bukti dari pengakuan tersebut. Sahabat Ibnu Mas'ud RA telah memberikan kepada kita salah satu timbangan untuk mengukur dan membuktikan pengakuan mereka. Wahai orang yang mengaku cinta Allah Ta'ala! Ukurlah dirimu dengan Al-Qur'an; seberapa besar cintamu kepada Al-Qur'an. Jika perbuatanmu mencerminkan kesesuaian dengan Al-Qur'an maka berarti benar pengakuan cintamu kepada Allah Ta'ala, namun jika sebaliknya maka itu hanyalah pengakuan palsu yang tidak berarti.

  Dan di dalam Al-Qur'an, terdapat barometer yang lain untuk mengukur kebenaran pengakuan seseorang,yaitu firman Allah Ta'ala: 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

 

Sumber : Edisi 3 Tahun ke-17 nomor 185-Majalah dakwah islam AL FURQON

 
Tags :
13

Bagikan :