BOLEHKAH MENDEMO PEMIMPIN YANG ZALIM
Easystem   25 September 2018   Dibaca 112 kali  

Allah SWT berfirman  :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS.Al-Baqarah(2):195)

       Kalau kita pelajari beberapa dalil diatas,kita dilarang mendemo dan memberontak atau mengajak rakyat agar keluar dari pemimpin muslim yang zalim.Sebab,bahayanya lebih besar daripada manfaatnya akan terjadi pertumpahan darah dari kalangan kaum muslimin,negeri terancam ekonomi dan keamanannya dan terancam pula umat islam.

     Perhatikan Nasihat yang mulia al-Imam Ahmad bin Hambal tatkala beliau dianiyaya oleh pemimpin yang zalim yang memaksa beliau agar berkata bahwa "al-Qur'an itu makhluk",beliau dimintai pendapat "bolehkah keluar dan pemimpin yang zalim ini".

       Para ahli fiqih Baghdad bersepakat menemui Abu 'Abdillah-yaitu al-Imam Ahmad bin Hambal untuk membicarakan kepemimpinan al-Watsiq (yaitu karena penyimpangan dan kezalimannya terhadap hak-hak kaum muslimin).Mereka mengadu:" sesungguhnya perkara ini telah memuncak dan tersebar,yaitu ucapan :'Al-QUr'an adalah Makhluk'dan perkara yang lainnya (yaitu kezalimannya terhadap kaum muslimin).Kami tidak ridha dengan kepemimpinannya dan kekuasaannya."(maka beliau al-Imam Ahmad) mendebat mereka dan berkata :"wajib atas kalian mengingkarinya hanya dalam hati kalian.Janganlah kalian melepaskan tangan kalian dari ketaatan (kepada pemerintah),janganlah kalian memecah belah persatuan kaum muslimin,janganlah kalian meunmpahkan darah kalian dan darah kaum muslimin.Renungkanlah oleh kalian akibat yang akan ditimbulkan dari apa yang akan kalian hendak lakukan.Dan bersabarlah kalian sampai orang yang baik hidup tenteram dan selamat dari orang yang jahat."Lalu beliau melanjutkan:"hal ini(yaitu keluar dari ketaatan pada penguasa)bukanlah suatu kebaikan.ini adalah tindakan yang menyelisihi atsar."

[Baca al-adabusy-Syar'iyah oleh Ibnu Muflih (juz 1 hlm. 195,196). Kisah ini juga dikeluarkan oleh al-Khallal dalam as-Sunnah (hlm.133)dan lihat http://www.al-islam.com].

 
Tags :
10

Bagikan :


Baca Juga

Sahabat Nabi SAW Generasi Terbaik Umat Islam
Jadwal Kajian