etika memberi salam
Easystem   19 September 2018   Dibaca 122 kali  

mengucapkan salam merupakan salah satu hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. sebagaimana sabda  rasulullah (yang artinya): "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam perkara." dikatakan:"apa saja, wahai rasulullah?" maka beliau menjawab: "apabila engkau berpapasan dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya." (HR. Muslim:2162) salam yang kita ucapkanlah kepada orang lain dapat membuahkan rasa kasih sayang antar sesama, sebagaimana sabda rasulullah yang diriwayatkan oleh abu hurairah (yang artinya):"tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan tidak beriman hingga kamu saling mencintai. dan maukah aku tunjukkan suatu perbuatan yang bisa membuatmu saling mencintai, yaitu terbarkan salam diantara sesamamu." (HR. Muslim:45)

keistimewaan menebarkan salam

1. merupakan amalan yang terbaik dalam islam

diriwayatkan dari abdulloh bin amr bin ash bahwa seorang laki-laki bertanya kepada rasulullah:"amalan apakah yang paling baik dalam islam?" beliau menjawab:"memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal maupun yang belum kamu kenal." (HR. Bukhori:12, muslim: 39)

2. mendapatkan berkah dan kebaikan dari allah

sebagaimana firman-Nya (artinya):

maka ketika kamu masuk rumah, ucapkan salam untuk dirimu sebagai penghormatan dari allah yang berisi berkat dan kebaikan. (QS. an-Nur [24]:61)

3. termasuk diantara perbuatan yang bisa masukkan pelakunya kedalam surga

abu yusuf abdullah bin salam berkata: "saya pernah mendengar rasulullah bersabda: 'wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, lakukan shilaturrohim, dan sholatlah ketika orang lain tidur malam; maka engkau akan masuk ke surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi: 2485, ibnu majah: 1334, dan dishohihkan oleh syaikh al-albani dalam shohih sunan ibnu majah: 1097)

ucapan dan jawaban salam yang paling baik

al-imam an-nawawi menuturkan: "disunnahkan bagi orang yang memulai salam mengucapkan assalamu'alaikum warohmatulloh, dengan memakai dhomir jamak (kum), sekalipun sendirian. dan menjawabnya dengan ucapan wa'alaikumus-salam warohmatulloh wabarokatuh, dengan menambah wa pada kata wa'alaikum."

oleh karena itu, orang yang mendapatkan salam wajib menjawabnya dengan yang lebih baik atau semisal dengan salam yang dia terima. sebagaimana firman allah (artinya):

apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). sesungguhnya allah memperhitungkan segala sesuatu. (QS. an-Nisa [4]: 86)

siapakah yang lebih berhak memulai salam?

diriwayatkan dari abu hurairah bahwa rasulullah bersabda (arti-nya): "anak kecil mengucapkan salam kepada orang yang lebih tua, orang yang lewat memberi salam kepada yang duduk, dan orang yang jumlahnya lebih banyak." (HR. Bukhori: 6232 muslim: 2160)

abu hurairah juga meriwayatkan bahwasannya rasulullah bersabda (artinya): "orang yang berkendara mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki mengucapkan  salam kepada orang yang duduk, dan orang yang sedikit kepada yang banyak." (HR. Bukhori: 6232 muslim: 2160)

waktu mengucapkan salam

1. ketika akan memasuki rumah orang lain

allah telah berfirman dalam al-qur'an (artinya):

hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat, (QS. an-Nur [24]:27)

begitu pula ketika memasuki rumah sendiri, sebagaimana firman allah dalam surat an-Nur [24] ayat 61.

2. ketika masuk dan keluar dari sebuah majelis

sebagaimana yang diriwayatkan oleh abu hurairah bahwasannya rasulullah bersabda (artinya): "apabila seseorang masuk ke sebuah majelis maka hendaklah mengucapkan salam, dan jika dia mau pergi hendaklah mengucapkan salam. tidaklah (sala) yang pertama tadi lebih berhak (untuk diucapkan) daripada yang akhir." (HR. Abu Dawud: 5208, Tirmidzi: 2706, bukhori dalam adabul mufrod: 1008, dan dishohihkan oleh syaikh al-albani dalam ash-shohihah: 183)

di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat ialah mengucapkan salam hanya kepaa orang yang dikenal saja. sebuah kenyataan yang tak dapat kita pungkiri lagi pada zaman sekarang ini, banyak orang yang hanya mau mengucapkan salam kepada orang-orang yang dikenalnya saja. perilaku seperti ini bertentangan dengan sunnah rasulullah, karena beliau meganjurkan menyebarkan salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. tidaklah mereka menyadari sabda rasulullah (yang artinya): "sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja." (HR. Ahmad dalam musnad-nya: 1/387, dan dishohihkan oleh syaikh al-albani dalam ash-shohihah: 348)

etika mengucapkan salam

1. makruh memberi salam dengan ucapan 'alaikassalam

perhatikanlah sebuah hadist yang diriwayatkan oleh sahabat jabir bin sulaim, ia menuturkan: aku pernah menjumpai rasulullah, maka aku berkata: " 'alaikassalam ya rasulullah." maka beliau menjawab: "jangan kamu mengatakan: 'alaikassalam, tetapi ucapkanlah: assalamu'alaika." dan di dalam riwayat abu dawud disebutkan: "karena sesungguhnya ucapan 'alaikassalam untuk orang-orang yang telah mati."

2. dianjurkan mengucapkan salam tiga kali

dianjurkan mengucapkan salam dengan mengulangnya sebanyak tiga kali jika di khalayak ramai atau terhadap orang yang ketika disampaikan salam ia tidak mendengarnya.

3. tidak boleh memulai salam kepada orang kafir

jika mereka mengucapkan salam kepada kita, cukup dijawab dengan ucapan wa'alaikum, sebagaimana hadits yang bersumber dari anas bin malik bahwa rasulullah bersabda: "apabila ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah wa'alaikum." (HR. Bukhori: 6258, muslim: 2163)

4. sunnah mengucapkan salam kepada anak kecil

hal ini adalah untuk mendidiknya sejak kecil dengan adab-adab yang islami dan membiasakan diri untuk mengikuti sunnah rasulullah. sahabat anas bin malik telah mengabarkan bahwa ia pernah berjalan bersama rasulullah, kemudian tatkala melewati anak-anak kecil beliau mengucapkan salam kepada mereka. (HR. Bukhori: 6287, Muslim: 2168)

5. larangan mengucapkan dan menjawab salam saat buang hajat

dari al-muhajir biin qunfudz, bahwa ia mendatangi rasulullah dan memberi salam saat beliau buang air kecil. beliau tidak menjawab salamnya sampai beliau berwudhu, kemudian beliau meminta maaf kepadanya seraya bersabda:"aku tidak suka menyebut nama allah kecuali dalam keadaan suci."

apabila orang menitipkan salam, maka yang menerima titipan salam tersebut mengatakan wa'alaihissalam warohmatullahi wabarokatuh, sebagaimana yang dilakukan oleh aisyah ketika menerima titipan salam dari jibril lewat rasulullah." (HR. Bukhori: 6253)

demikianlah wahai saudaraku, semoga risalah yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua. marilah kita tebarkan salam kepada sesama muslim, karena dengan inilah akan timbul rasa cinta dan kasih sayang. jangan sampai seorang muslim lainnya menampakkan sikap acuh tak acuh atau cuek, atau mengucapkan perkataan yang tak layak untuk diucapkan oleh seorang muslim.

 

 

 

sumber buletin al-furqon th. ke 2 vol. 12 no. 2

 

Bagikan :