Ibroh dari Perang Uhud
Easystem   13 September 2018   Dibaca 106 kali  

         Kisah adalah salah satu media yang sangat penting dan memberikan pengaruh yang sangat penting dan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang yang mempelajarinya.Oleh karena itu,Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan kisah-kisah yang bermanfaat kepada Umatnya agar bisa diambil Ibroh (pelajaran)darinya.Firman-Nya :

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

"Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir,(QS.Al-A'raf[7]:176).

 

           Sebaik-baik kisah adalah kisah yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah,sehingga orang yang mempelajari kisah-kisah tersebut,hatinya akan terterangi dengan cahaya iman,motivasi untuk beramal sholih akan tergali,semangat untuk beribadah terpompa kembali.Oleh karena itu,pada edisi kali ini kami pusatkan pembahasan kita pada kisah perang uhud dan ibroh dari kisah tersebut.

 

Sekilas Kisah Perang Uhud

              Sejak terjadinya perang badar,pihak quraisy tak pernah lagi merasa tenang.Apalagi tatkala kesatuan kaum muslimin yang dipimpin oleh Zaid bi Haritsah RA telah berhasil mengambil dagangan mereka ketika mereka hendak pergi ke syam melalui jalan Iraq.Hal ini mengingatkan mereka pada korban-korban perang badar dan makin menambah besar keinginan mereka untuk membalas dendam.bagaimana quraisy akan dapat melupakan peristiwa itu,sedang mereka adalah para bangsawan,para pemimpin makkah yang angkuh,dan punya kedudukan terhormat? bagaimana mereka akan dapat melupakan kejadian perang badar yang pada saat itu mereka merasa terhinakan dan mereka menyimpan dendam kepada kaum muslimin.Demikianlah keadaannya sebelum terjadinya perang uhud.Tak lama kemudian,kaum quraisy menggalang kekuatan besar untuk menyerang kaum muslimin.Bagi mereka,keberadaan kaum muslimin adalah duri yang harus disingkirkan.Apalagi saat itu kaum muslimin berada di kota Madinah yang merupakan jalur perdagangan Makkah-Syam.Sehingga orang-orang Quraisy merasa sesak dada melihat keberadaan mereka.Maka Abu sufyan menggalang kekuatan 3.000 orang,termasuk 100 orang asal Tsaqif.sekitar 700 orang diantaranya mengenakan baju besi,dan mengerahkan 200 orang pasukan berkuda dan sebanyak 3.000 unta mendukung serangan itu. Semua itu dikerahkan untuk menyerbu kaum muslimin yang ada di kota Madinah.Rosulullah SAW dan masyarakat kaum muslim tidak mengetahui rencana itu,sampai ketika Rosulullah SAW menerima surat dari pamannya yang masih kafir,Abbas bin Abdul Mutholib,yang membocorkan rencana teresebut.Orang Ghifar yang menjadi kurir (utusan)Abbas menemui Rosulullah SAW di masjid Quba'.Ubay bin Ka'ab diminta Rosulullah SAW untuk membacakan Surat tersebut.kemudian Rosulullah SAW memerintah Anas dan Mu'nits anak fudhola untuk menyelidiki keadaan orang-orang quraisy,lalu keduanya melaporkan bahwa musuh telah berada di bawah di sekitar gunung uhud.setelah itu kaum muslimin mengadakan musyawarah.Rosulullah SAW cenderung untuk bertahan di kota Madinah.Demikian pula orang-orang tua asli Madinah,apalagi orang-orang yang diketuai oleh Abdullah bin Ubay (tokoh munafik).Namun para anak Muda,terutama yang tidak ikut perang badar mendesak agar mereka menyongsong musuh dengan berperang di luar kota madinah,dan suara terbanyak menghendaki demikian.Rosulullah SAW mengalah dan mengikuti pendapat tersebut.

 

Berangkat Perang

              Hari itu hari jum'at.Rosulullah SAW mengimami sholat jum'at,kemudian kembali ke kamarnya.Abu bakar dan umar RA menyusul masuk, membantu Rosulullah SAW mengenakan sorban dan baju besinya.Beliau memimpin sendiri pasukannya yang berjumlah 700-an orang yang asalnya 1000 orang kemudian yang 300 orang kembali ke madinah.Mereka segera maju ke Bukit Uhud.sebanyak 50 orang ditugasi oleh Rosulullah SAW untuk menjadi pemanah.Mereka harus menempati posisi di lereng bukit,tidak boleh pergi kecuali diperintah oleh Rosulullah SAW.ketika sampai di syaikhon,Rosulullah SAW berhenti.Dilihatnya di tempat itu ada sepasukan tentara yang identitasnya belum diketahui.ketika ditanyakan mereka adalah orang-orang yahudi sekutu Sekutu Abdullah Bin Ubay.Rosulullah SAW bersabda:"jangan meminta pertolongan orang-orang musyrik dalam melawan orang musyrik,sebelum mereka masuk islam."

              Singkat cerita,kedua belah pihak sudah siap bertempur.masing-masing sudah mengerahkan pasukannya.perang pun pecah hingga pada suatu saat kaum muslimin mendekati kemenangan,sampai-sampai kaum muslimin saat itu mengejar musuh hingga mereka meletakkan senjata dimana saja.akan tetapi,kaum muslimin tidak berpikir panjang dan mulai memperebutkan rampasan perang.Alangkah banyak nya jumlah rampasan perang itu!Hal ini membuat mereka lalai dari mengikuti jejak musuh,karena sudah mengharapkan kekayaan duniawi.

              Pasukan pemanah yang berada diatas gunung melihat aktivitas kaum msulimin ini.mereka(para pemanah)ini pun ikut-ikutan berebut harta ghonimah,padahal mereka telah diperintah Rosulullah SAW agar tidak meninggalkan posisi di gunung itu sekalipun mereka melihat kawan-kawan nya diserang.Namun mereka tidak lagi menghiraukan pesan Rosulullah SAW bahkan melanggar perintah beliau.Nah,pada waktu kaum muslimin sibuk berebut harta ghonimah itulah,kholid bin walid(sebelum masuk islam)sebagai komandan utama pasukan quraisy mengambil kesempatan ini dengan mengerahkan pasukannya ke tempat yang semula dikuasai oleh pasukan pemanah kaum muslimin tersebut.Tindakan ini tidak disadari oleh pihak muslimin.

              Tiba-tiba Kholid bin Walid berseru sekuat-kuatnya.serta merta pihak quraisy pun mengerti bahwa ia telah mampu membalikkan anak buahnya ke belakang tentara kaum muslimin.mereka yang tadinya sudah terpukul mundur sekarang kembali lagi maju dan mendera pasukan kaum muslimin dengan pukulan maut yang hebat sekali.Suasana kembali tegang.setiap muslim telah melemparkan kembali hasil renggutan yang sudah ada di tangan itu,mereka kembali mencabut pedang hendak bertempur lagi.tetapi sayang,sayang sekali barisan ini sudah centang perenang,persatuan sudah pecah belah,pahlawan-pahlawan teladan dari kaum muslimin telah dihantam oleh pihak quraisy.Mereka yang tadinya berjuang dengan perintah Allah SWT hendak mempertahankan iman sekarang,berjuang hendak menyelematkan diri dari cengkeraman maut,dari lembah kehinaan.Hingga akhirnya kaum muslimin mendapat kekalahan.(diringkas dari kitab Fathul Bari oleh Ibnu Hajar: 7/431-435 dan siroh Nabawiyah  oleh Ibnu Hisyam:23-92).

 

Ibroh dari Perang Uhud

    wahai saudaraku,kita mengetahui secara singkat kisah perang uhud di atas.Sungguh disana ada beberapa ibroh atau pelajaran yang sangat penting untuk kita ilmui,kita pelajari,dan kita cermati baik-baik,diantaranya:

1.  Kewajiban ta'at kepada Rosulullah.

     Waib taat kepada perintah Rosulullah SAW dimanapun dan bagaimanapun keadaannya.jika kita perhatikan dari kisah perang uhud diatas maka akan jelas bagi kita bahwa sebab kekalahan kaum muslimin dalam peperangan ini adalah karena pasukan pemanah yang ada di gunung uhud tidak menghiraukan perintah bahkan melanggar larangan Rosulullah SAW.Beliau SAW memerintahkan agar pasukan pemanah tetap bertahan di gunung uhud walaupun dan bagaimanpun keadaannya.akan tetapi,disaat kaum muslimin mendekati titik kemenangan mereka tidak menghiraukan pesan tersebut dan menyelisihi perintah tersebut.mereka meninggalkan posisi untuk ikut-ikutan memperebutkan harta ghonimah.(lihat fathul bari:433/07).

       Dari sinilah kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga bahwa malapetaka yang menimpa sebagian kaum muslimin pada peperangan itu disebabkan mereka menyelisihi perintah Rosulullah SAW,padahal Allah telah berfirman :

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.".(QS.al-Hasyr[59]:7)

2.  Anjuran Untuk Bermusyawarah

      Tatkala Rosulullah SAW berangkat memimpin kaum muslimin menuju uhud,di syaikhon kaum yahudi juga telah menyiapkan pasukan.Rosululllah SAW melarang pasukannya untuk meminta pertolongan kepada orang-orang musyrik(yahudi) utnuk melawan orang-orang quraisy.ini menandakan bahwa meminta pertolongan kepada orang musyrik terlarang karena merupakan bentuk loyalitas (kecintaan)kepada mereka,padahal bersikap loyal kepada mereka telah dilarang oleh Allah SWT(lihat QS.al-maidah[5]:51).

3.  Anjuran untuk bermusyawarah

     Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rosulullah SAW sebelum berangkat perang.Beliau SAW bermusyawarah terlebih dahulu dengan para sahabatnya untuk menentukan apakah menyerang dan menghadapi musuh dari dalam kota atau dari luar kota.Cara musyawaraah ini sudah menjadi undang-undang dalam kehidupan beliau di dalam membahas suatu masalah.Beliau tidak mau bertindak sendiri,kecuali yang sudah diwahyukan oleh Allah SAW kepadanya.Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an :

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

"dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."(QS.Ali Imran [3]:159)

 

Di penghujung risalah ini,marilah kita membaca kisah-kisah yang ada di dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah atau buku-buku yang memuat kisah-kisah yang shohih(benar),dan berusaha untuk menggali manfaat dari kisah tersebut karena dengannyalah motivasi (dorongan)untuk beribadah akan terpompa kembali dan mengingat jejak yang mereka tempuh.

 

 

Sumber   : Buletin AL-FURQON volume 1 no.4 Tahun ke 3

 
Tags :
11

Bagikan :