mencari kunci rezeki yang telah dilupakan
Easystem   02 Agustus 2018   Dibaca 84 kali  

pada kesempatan kali ini akan kami sampaikan beberapa kunci untuk mendapatkan rezeki sebagaimana diajarkan oleh islam karena islam memang tidak hanya mengatur masalah ibadah semata, tetapi juga mengatur masalah dunia. diantara kunci-kunci rezeki adalah:

1. taubat dan istigfar

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا


“Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu fan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai".  (QS.Nuh [71]: 10-12).

dan perlu diketahui bahwa taubat dan istighfar bukan hanya sekedar di lisan saja, melainkan meliputi penyesalan dalam hati dan tekad untuk tidak mengulanginya lagi. lisan beristihgfar meminta ampun kepada allah, sedang anggota badan memperbanyak amal shalih. janganlah kita sombong, akuilah bahwa diri kita banyak melakukan dosa. Bukanlah diantara kita masih banyak meninggalkan sholat lima waktu pada hal perbuatan itu merupakan dosa besar?! adakah diantara kita yang menyesal karena perbuatan dosa tersebut?!! demi allah kemaksiatan yang kita lakukan sangat berpengaruh pada keamanan dan perekonomian bangsa.

2. takwa

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (۳) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak tidak disangka-sangka" (Q.S Ath-Thalaq [65]:2-3).

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. al-A'raf [7]:96)
3. tawakal
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (Q.S Ath-Thalaq [65]:3).
dari umar bin khaththab berkata, "Rasulullah bersabda, seandainya kalian bertawakal kepada allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, diwaktu pagi dia pergi dalam keadaan perutnya kosong dan di sore hari pulang dengan perut yang kenyang.' "(HR. Ahmad, Tirmidzi, dll)
Tawakal adalah memasrahkan hati kepada allah dengan usaha. oleh karena itu, tawakal bukan berarti kita tidak berusaha, burung yang tawakkal bukan berarti dia hanya tinggal di sangkarnya, tetapi dia terbang dan pergi mencari makan.
4. silaturahmi
dari anas bin malik bahwansannya Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang senang rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari: 5986 dan muslim: 2557)
silaturahmi adalah menyambung tali kekeluargaan, baik dengan ucapan yang baik, berkunjung ke rumahnya, mengirimi hadiah, membantu mereka dengan harta semampunya, bermuka manis ketika bertemu dengan mereka, dan sebagainya.
masalah penting yang perlu diketahui ialah bahwa hakikat silaturahmi bukanlah kita menyambung kepada kerabat kita yang menyambung kita, melainkan justru hakikat silaturahmi adalah menyambug hubungan kerabat yang telah memutus hubungan dengan kita.
5. infaq di jalan allah

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba' [34]: 39)

yang dimaksud dengan infaq di sini adalah infaq yang dianjurkan dalam agama seperti infaq kepada orang-orang yang lemah, pembangunan mesjid, dan sebagainya.

6. qana'ah

sesungguhnya di antara sifat manusia adalah tamak dan merasa tidak rakus dengan dunia sehingga mereka selalu merasa serba kekurangan dengan dunia (hal-hal duniawi) yang telah dimilikinya. seandainya saja dia mau memperhatikan banyak nikmat allah yang diberikan kepadanya, niscaya dia akan merasa bahwa dirinya adalah orang yang memiliki banyak harta. maka jadilah kita wahai kaum muslimin orang-orang yang qana'ah (merasa cukup) dengan pemberian rezeki yang telah allah karuniakan kepada kita. inilah rahasia orang kaya yang sebenernya.

lihatlah orang-orang yang lebih bawah daripada kita, jangan melihat orang yang lebih atas daripada kita agar kita mensyukuri nikmat allah kepada kita. bukankah banyak diantara saudara kita yang tidak bisa memakan sesuap nasi karena tidak mampu membelinya?! atau tidak bisa memakan karena dia harus dirawat diatas ranjang?!

akhirnya, marilah kita berdo'a kepada allah agar allah meluaskan rezeki-Nya yang halal kepada kita semua. yaallah turunkanlah barokah-Mu dari langit dan bumi. ya allah luaskanlah rezeki untuk kami dengan rezeki yang halal. yaallah janganlah engkau sisakan sebuah dosa seorang dari kami kecuali engkau telah mengampuninya, dan suatu  hutang kecuali engkau melunasinya, sakit kecuali engkau menyembuhkannya, dan kesusahan kecuali engkau memudahkannya.

 

sumber : buku majalah Al-Furqon (edisi 11 th. ke-11 jumada akhir 1433)

 

 

Bagikan :