Syubhat dan bantahannya
Easystem   02 Agustus 2018   Dibaca 120 kali  

Sebagai orang memiliki syubhat tentang ketaatan kepada peguasa dimana mereka mengatakan bahwa penguasa dimana mereka mengatakan bahwa penguasa yang harus ditaati itu adalah penguasa muslim yang menjalankan syari'at Islam adapun penguasa yang tidak menjalankan syari'at Islam tidak perlu ditaati.

Maka untuk menjawab syubhat (kerancuan)  pemahaman di atas dari beberapa segi:

  1. Di antara hikmah perintah taat kepada penguasa adalah agar terciptanya keamanan dan tercegahnya kerusakan, dan itu semua akan tercipta hanya dengan menaati penguasa tanpa memandang penguasa tersebut melaksanakan syari'at  ataupun tidak
  2. Perintah menaati penguasa di dalam syari'at sifatnya umum, selama mereka penguasa yang lahiriah muslim wajib ditaati. Sebagaimana di dalam riwayat dari' auf ibn Malik dari Rasulluah bersabda

        " Pemimpin kalian yang sebaik - baiknya adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, mereka mendo'akan kalian dan kalian pun mendo'akan mereka. Dan pemimpin kalian yang seburuk – buruknya adalah sebagai orang memiliki syubhat tentang ketaatan kepada peguasa dimana mereka mengatakan bahwa penguasa dimana mereka mengatakan bahwa penguasa yang harus ditaati itu adalah penguasa muslim yang menjalankan syari'at Islam adapun penguasa yang tidak menjalankan syari'at Islam tidak perlu ditaati.

Maka untuk menjawab syubhat (kerancuan)  pemahaman di atas dari beberapa segi:

  1. Di antara hikmah perintah taat kepada penguasa adalah agar terciptanya keamanan dan tercegahnya kerusakan, dan itu semua akan tercipta hanya dengan menaati penguasa tanpa memandang penguasa tersebut melaksanakan syari'at  ataupun tidak
  2. Perintah menaati penguasa di dalam syari'at sifatnya umum, selama mereka penguasa yang lahiriah muslim wajib ditaati. Sebagaimana di dalam riwayat dari' auf ibn Malik dari Rasulluah bersabda

        " Pemimpin kalian yang sebaik - baiknya adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Dan pemimpin kalian yang seburuk – buruknya adalah yang kalian benci kalian, kalian mencaci mereka dan mereka pun mencaci kalian. “ Dikatakan: “Wahai Rasulullah, apakah kita memeranginya dengan pedang ? “ maka beliau menjawab: “ Tidak, selama mereka mendirikan sholat. Dan apabila kalian melihat dari pimpinan kalian sesuatu yang kalian tidak suka, maka bencilah amalnya. Dan tidak boleh mencabut ketaatan darinya."

Perkataan “ selama mendirikan shalat “ menunjukan bahwa secara lahiriah pemimpin tersebut seorang muslim.

  1. Kalau mereka menganggap pemerintahan yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu kafir maka tidak setiap penguasa yang tidak menjalankan syari;at itu dihukumi kafir sehingga mereka tidak ditaati.Sebab, Orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu jika dia menyakini bahwa dirinya telah berdosa dan dia menyakini bahwa yang benar adalaha hokum Alllah dan Rasul-nya,namun karena terdorong syahwat dia menggunakan hokum selain hukum Allah maka dia telah berdosa tetapi tidak dikafirkan kalau dia menghalalkanya.
  2. Setiap manusia memiliki kekurangan maka kalau setiap penguasaha yang buruk tiadak perlu ditaai, niscaya tidak akan pernah terwujud adanya pemerintah dan kekuasaan. Oleh karena itu,di antara    

Sumber : (Edisi 11 Tahun ke-16 181)

 

Bagikan :