Kesempurnaan ibadah di dalam islam
Easystem   02 Agustus 2018   Dibaca 88 kali  

Allah telah menyempurnakan cara ibadah hamba- nya sehingga tidak perlu penambahan atau pengurangan atau perubahan. Firman- nya:

     الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

 Pada hari ini telah Kesempurnaan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayanng { Qs. Al- Mai'dah(5):3}

Al- Imam al – Bukhari berkata: Berdasarkan ayat ini, Islam adalah agama yang sempurna, islam dan Imam satu bagian, dan agama Islam itu memiliki bagian – bagian, menjadi sempurna dengan kesempurnaanya dan berkurang dengan lenyapnya sebagian yang lain. {Rawa'itul ut-Tafsir, Ibnu Rajjab (1:384)}

 

Ibadah di dalam Islam atas dasar wahyu al – Qura'an dan sunnah Rasulullah kedua wahyu ini dijaga oleh Allah tidak ada satu pun yang bisa mengubahnya.

Allah  berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 Sesunggguhnya Kami-lah yang menurunkan al  - Qur'an, dan sesungguhnya kami benar – benar yang memeliharanya. {QS al –Hijr(15):9}

Inilah keutamaan ibadah di dalam Islam, tidak mengenal perbedaan pendapat apalagi perselisihan sehingga terjadi kesenggangan hidup dan persaudaraan, karena semuanya sudah ditentukan dan pasti benar. Berbeda halnya pada ibadah yang dasarnya bid'ah, menurut adat, perasaan, katanya kiai dan golongan, pasti mengalami perbedaan pendapat dan terjadi perpecahan dan saling menganggap dirinya yang benar.

  Allah berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

 Maka apakah mereka tidak memperhatikan al- Qur'an? Kalau kiranya al –Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentanganan yang banyak di dalamnya, {Qs an-Nisa (4):82}

Perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan kaum muslimin bukanlah karena dasarnya. Melainkan karena kemampuan mereka yang berbeda – beda di dalam mencari dalil dan memahaminya.

 

Bagikan :