Adab Berangkat dan Ketika Berada di Masjid
Easystem   24 September 2018   Dibaca 98 kali  

Para pembaca yang semoga dimuliakan Allah, supaya kita mendapatkan pahala yang semakin sempurna di sisi-Nya dari shalat jamaah kita, hendaknya ketika kita berangkat dan ketika berada di mesjid selalu memperhatikan beberapa adab berikut ini:

1. Segera meninggalkan pekerjaan ketika mendengar adzan.

Dari al-Aswad, berkata, "Saya bertanya kepada Aisyah tentang apa yang dilakukan Rasulullah ketika di rumah? Dia menjawab, 'Beliau melakukan pekerjaan keluarganya (maksudnya membantu pekerjaan istrinya). Apabila datang waktu shalat, beliau keluar menuju shalat.'" (HR. al-Bukhari).

2. Berangkat ke masjid dalam keadaan suci, memperbanyak langkah serta mengharapkan pahala dari Allah.

Dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah di antara rumah-rumah Allah untuk melaksanakan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban terhadap-Nya, maka salah satu dari dua langkahnya akan menghapus satu kejelekan dan langkah yang lainnya mengangkat satu derajat.'" (HR. al-Bukhari)

Dari Abi Musa berkata, "Rasulullah berkata, 'Sesungguhnya manusia yang paling agung pahalanya di dalam shalat (berjamaah) adalah yang paling jauh berjalannya di antara mereka, kemudian setelahnya.'" (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dari Nabi bersabda, "Barangsiapa pulang pergi ke masjid, maka Allah menyediakan tempat singgahnya di surga setiap kali berangkat atau pulang." (HR. al-Bukhari Muslim)

3. Bersegera datang ke masjid dan berangkat di awal waktu.

Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah bersabda, "...Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala datang ke masjid di awal waktu, sungguh mereka akan berlomba kepadanya..." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

4. Jalan ke masjid dengan tenang dan tidak terburu-buru.

Dari Abu Qatadah dari Nabi, beliau bersabda, "Bila kalian mendatangi shalat, hendaknya kalian datang dalam keadaan tenang. Dan apa saja yang kalian jumpai maka kerjakanlah, sedang apa yang kalian luput maka sempurnakanlah." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

5. Membaca doa ketika berangkat dan ketika masuk masjid dengan doa yang diajarkan Rasulullah.

Di antara doa yang diajarkan Rasulullah ketika keluar dari rumah menuju masjid adalah:

"Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku dan lisanku, jadikanlah cahaya di pendengaranku dan jadikanlah cahaya di penglihatanku. Jadikanlah dari belakangku dan depanku cahaya dan jadikanlah dari atas ku cahaya serta dari bawahku cahaya. Ya Allah, berikanlah kepadaku cahaya." (HR. Muslim)

Dan di antara doa yang diajarkan beliau ketika masuk masjid adalah:

Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. (HR. Muslim)

6. Tidak merajut jemari ketika berada di masjid.

Dari Abu Hurairah berkata, "Telah bersabda Abul Qayim, 'Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu di rumahnya, kemudian datang ke masjid, maka dia seperti orang yang shalat. Karenanya, janganlah dia melakukan demikian: dan beliau merajut di antara jari jemarinya." (HR. Imam al-Hakim)

7. Tidak langsung duduk, melainkan sudah shalat Tahiyyatul  masjid.

Dari Abu Qatadah bin Rib'i al-Anshari berkata, "Nabi bersabda, 'Bila salah seorang di antara kalian masuk masjid, janganlah dia duduk sehingga sudah shalat dua rakaat.'" (HR. al-Bukhari dan Muslim)

8. Tidak melakukan shalat sunnah apabila shalat wajib sudah diiqamati.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi berkata, "Apabila shalat wajib telah diiqamati, maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu." (HR. Muslim)

9. Tidak keluar masjid setelah dikumandangkan adzan, kecuali untuk suatu yang mendesak.

Dari Abu Sya'tsa', dia berkata, "Kami duduk-duduk di masjid dengan Abu Hurairah, lalu muadzin mengumandangkan adzan. Setelah itu berdirilah seorang lelaki dari masjid berjalan (ke luar). Abu Hurairah pun terus melihat lelaki tersebut hingga dia keluar masjid . Lantas dia berkata, 'Adapun laki-laki ini, maka sungguh dia telah bermaksiat terhadap Abul Qasim.'" (HR. Muslim)

Namun, Seandainya keluarnya untuk suatu keterpaksaan maka tidak apa-apa.

 Abu Hurairah menjelaskan, "Rasulullah keluar (rumah) ketika shalat telah diiqamati, shaf-shaf telah diluruskan. Sehingga ketika beliau sudah berdiri di tempat shalatnya, kami pun menunggu takbir beliau. Tiba-tiba beliau berpaling seraya berkata, 'Tetaplah berada di tempat kalian!' Maka kami pun tetap berada di tempat kami sampai beliau kembali dalam keadaan kepalanya meneteskan air. Dan sungguh beliau telah mandi." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

10. Tidak langsung berdiri ketika shalat diiqamati, melainkan telah melihat imam.

Dari Abu Qatadah berkata, "Bersabda Rasulullah, 'Apabila shalat telah diiqamati, maka janganlah kalian langsung berdiri sehingga kalian melihatku." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

BEBERAPA ADAB KHUSUS BAGI KAUM WANITA KETIKA KELUAR MASJID

1. Minta izin kepada suami untuk pergi ke masjid.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi, beliau berkata, "Apabila istri salah seorang di antara kaliian minta izin pergi ke masjid, maka janganlah dia melarangnya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Tidak memakai wewangian dan apa saja yang menimbulkan fitnah.

Dari Zainab, istri Abdullah dia berkata, "Rasulullah bersabda kepada kami, 'Bila salah seorang di antara kalian (kaum wanita) mendatangi masjid, maka janganlah dia memakai wangi-wangian.'" (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda , "Janganlah kalian melarang hamba-hamba wanita Allah dari masjid-masjid-Nya, dan supaya mereka kaum wanita keluar dalam keadaan tidak memakai wangi-wangian." (HR. Abu Dawud)

3. Tidak campur baur dengan kaum lelaki ketika masuk masjid, ketika di dalam atau keluar masjid.

Dari Ummu Salamah berkata, "Adalah Rasulullah bila telah salam (selesai dari shalat), berdirilah kaum wanita ketika salam tersebut habis, sedangkan beliau tinggal sejenak di tempat-Nya sebelum berdiri." Salah seorang rawi berkata, "Kami melihat -Wallahu a'lam- itu dilakukan supaya kaum wanita berpaling sebelum kaum laki-laki menjumpai mereka." (HR. al-Bukhari)

Demikian pembahasan kita kali ini semoga bermanfaat. Amin.

 

Bagikan :