Dzikir Setelah Sholat
Easystem   22 September 2018   Dibaca 130 kali  

Wahai saudaraku, setelah kita semua mengetahui tentang tata cara sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad. Maka pada kesempatan kali ini penulis akan berusaha untuk mengenalkan dan menjelaskan kepada segenap saudaraku seiman akan satu hal penting yang juga harus kita ilmui dengan benar yaitu dzikir setelah sholat. Semoga Allah memudahkan bagi kita semua di dalam memahaminya dan mengamalkannya. Amin.

Pentingnya Dzikir Bagi Hati

Wahai saudaraku, sesungguhnya dzikir atau ingat kepada Allah adalah penyejuk bagi hati. Ia merupakan obat bagi hati yang sakit dan ia juga dapat mengantarkan pelakunya untuk meraih ketenangan hati dan kebahagiaan yang abadi. Apalah guna banyaknya harta yang dimiliki, kalau ternyata hati ini tak terkendali, keras, dan mati. Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. ar-Ro'd[13]:28)

"Perumpamaan orang yang berdzikir dan orang yang tidak berdzikir bagaikan orang yang hidup dan yang mati." (HR. al-Bukhori: 6407)

Syaikul-Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

"Dzikir  bagi hati laksana air bagi ikan. Bagaimana kiranya keadaan ikan jika dipisahkan dari air." (al-Wabilush Shoyyib: 63)

Dzikir Adalah Ibadah

Wahai saudaraku, tidak diragukan bahwa dzikir merupakan ibadah yang sangat agung. Setiap orang yang melakukannya tentu berharap pahala dari Allah. Namun, Allah tidak akan menerima amalan seorang hamba kecuali apabila ikhlas dan mencontoh nabi-Nya. Sekedar ikhlas tanpa mencontoh Nabi maka tidak diterima. Demikian pula sebaliknya, apabila mencontoh Allah Nabi tetapi tidak ikhlas maka juga tidak diterima.

Allah berfirman:

...وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ 

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. (QS. al-Bayyinah [98]: 5)

Dan juga firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imron [3]:31)

Rasulullah bersabda (artinya): "Barang siapa yang mengamalkan suatu perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami maka amal tersebut tertolak." (HR. Muslim:1718)

Teladan Rasulullah Dalam Dzikir Setelah Shalat

Wahai saudaraku, berikut ini merupakan bentuk-bentuk dzikir setelah sholat yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah kepada para sahabat beliau, yaitu:

1) أَشْتَغْفِرُ الله   "Aku memohon ampun kepada Allah." (dibaca 3 kali)

2)

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ   

"Ya Allah, engkau adalah as-salam (maha pemberi keselamatan) dan dari-Mu keselamatan, Mahasuci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan." (HR. Muslim: 591, Abu Dawud: 1512,1513)


3)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ 

"Tiada ilah yang berhak untuk disembah melainkan Allah yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan (kekuasaan), dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang mencegah apa yang engkau berikan, dan tiada yang mampu memberi apa yang engkau cegah, dan tidaklah kekayaan seseorang kuasa mencegah ancaman siksa-Mu." (HR. al-Bukhori: 844, Muslim:593, Abu Dawud: 1505)

4)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُالْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُالنِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

"Tiada ilah (sembahan) yang berhak untuk disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan (kekuasaan), dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada ilah yang berhak untuk disembah selain Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya segala kenikmatan, keutamaan, anugerah, dan pujian yang baik. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya." (HR.  Muslim: 594, Abu Dawud: 1506)

5)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Tiada ilah yang berhak disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang telah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Dibaca 10x setiap selesai shalat maghrib dan shubuh). (HR. at-Tirmidzi: 3474, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shohihah: 113, 114, 2563)

6)

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu." (HR. Abu Dawud: 1522, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih sunan Abu Dawud: 1/417)

7) Membaca:

  • سُبْحَانَ اللهُ “Maha suci Allah" (33x)
  • اَلْحَمْدُ لِلَّهِ “Segala puji bagi Allah" (33x)
  • اَللهُ أَكْبَرُ “Allah Maha Besar" (33x)

Kemudian digenapkan seratus dengan membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Tiada ilah (sembahan) yang berhak untuk disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian Dia  Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim: 597)

8) Membaca Surat al-Falaq dan Surat an-Nas (lihat HR. Abu Dawud: 1523, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih sunan Abu Dawud: 1/417).

9) Membaca ayat kursi dan Surat al-Ikhlas (lihat HR. ath-Thobroni: 7532, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shohihah: 972)

10) Setelah selesai sholat Shubuh membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima." (HR. Ibnu Majah: 925, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih sunan Ibnu Majah: 1/277)

Demikianlah wahai saudaraku, dzikir-dzikir yang dicontohkan oleh Nabi seusai sholat fardhu (wajib) berdasarkan hadits-hadits yang shohih. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan. Akhirnya, segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam. Semoga Allah senantiasa menetapkan kita di atas Islam dan Sunnah, serta menjaga kita dari ketergelinciran dalam kesalahan pena dan pemikiran. Dan mudah-mudahan Dia senantiasa mengampuni segala kekurangan dan kesalahan kita. Wallahu A'lam.

 

Bagikan :