Wanita Muslimah Dan Perang Peradaban
Easystem   10 September 2018 | update 15 September 2018   Dibaca 105 kali  

Usai Allah menciptakan bapak seluruh manusia, Adam, Iblis yang saat itu enggan menaati perintah-Nya untuk sujud penghormatan kepada Nabi Adam, dilaknat oleh-Nya dan dijanjikan sebagai penghuni neraka. Iblis pun meminta tempo waktu hidup di dunia kepada Allah, dan diberikan. Ternyata, tempo yang dimintanya hanya untuk menyukseskan taktik licik dan makar busuknya saja. Terbukti sesaat sesudah itu iblis mengumandangkan seruan perang peradaban guna mengarahkan visi dan misi peradaban manusia menuju visi dan misi yang ia kehendaki.

Tujuannya agar manusia tersesat dari jalan Rabb mereka. Itulah ghazwul fikri, perang peradaban yang sangat berbahaya. Allah menyebutkan sumpah Iblis akan kesungguhan usahanya itu.

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis menjawab: "Demi kekuatan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. (QS Shad[38]:82)

Ghazwul Fikri ialah sebuah usaha yang dilakukan oleh suatu umat untuk menguasai umat lain atau mmpengaruhinya menuju visi dan misi kehidupan tertentu. Tentunya ia lebih berbahaya dibanding perang di medan pertempuran. Sebab ghazwul fikri serangannya secara rahasia, sekadar propaganda semata, sehingga umat yang di perangi pun tak akan merasakannya, apalagi bersiap melawannya. Namun tak terasa, lambat laun umat ini akhirnya terjerembab ke dalam kubangan peradaban hitam yang menjadikan mereka mencintai atau membenci apa saja yang dijadikan lawannya untuk dicintai atau dibenci. Luar biasa! Wallahul musta'an.

Ini tentunya merupakan penyakit yang sangat berbahaya, yang menggerogoti umat, menghancurkan jati diri mereka, melenyapkan makna ketangguhan dan kekuatan pada mereka, sementara umat tersebut tidak merasakannya. Terapi penyembuhannya pun menjadi sangat sulit, usaha memahamkannya juga suatu urusan yang sangat sukar. Wa ilallahil musytaka.

Budak Iblis, Manusia yang Sesat

Saat meluncurkan serangan, tentunya iblis tidak sendirian. Ia ajak siapa saja yang mau turut serta menyukseskan rencana besar ini, dari golongan jin maupun manusia. Anehnya, seluruh manusia mau dan rela menjadi budak suruhan iblis dan rela mengorbankan akidahnya yang lurus serta menggantinya dengan akidah sesat dan menyimpang. Bahkan tidak hanya merusak akidahnya sendiri, mereka juga merusak akidah kebanyakan  manusia lainnya sebagaimana yang dikehendaki oleh Iblis dari mereka! kecuali orang-orang yang beriman dan ikhlas dalam peribadahannya hanya kepada Allah saja yang tidak berhasil disesatkan Iblis untuk menjadi budaknya. Allah menyebutkan ketidakberdayaan iblis hendak memperbudak golongan ini:

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.  (QS Shad[38]:83)

Yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah. Mereka itulah hamba-hamba Allah yang benar. Sedangkan budak-budak iblis ialah orang-orang yang sesat.

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuatan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. al-Hijr[15]:42)

Merekalah orang-orang yang tersesat menuju kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, maksiat serta dosa-dosa. Mereka ada di negeri barat maupun timur dan semua tempat. Wal'iyadzu billah.

Sadarkah kita, seandainya mereka ternyata telah begitu dekat dengan kita? Tahukah kita, bahwa ternyata perang peradaban semacam itu sudah sebegitu gencarnya menyerang kita? Sesungguhnya perang peradaban itu dilangsungkan melalui kurikulum-kurikulum sekolah dan perguruan tinggi, kebudayaan umum, media masa,  karya tulis yang kecil maupun yang besar dan selainnya dari media yang  berhubungan erat dengan kita. Dengan itu semua mereka berharap bisa memalingkan kita dari akidah yang lurus menuju ketergantungan terhadapa apa saja yang mereka lontarkan.

Makar Ghazwul Fikri

Telah tersusun rapi makar-makar mereka. seluruhnya dikerahkan agar pemikiran serta peradaban mereka diterima oleh umat ini. Disebutkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Majmu'Fatwa wa Maqalat Ibnu Baz : 3/427-432) diantaranya sebagai berikut:

  1. Berusaha menguasai akal dan pikiran generasi umat Islam, dan menanamkan pemahaman-pemahaman barat kafir agar obsesi dan pandangan hidup mereka menetapkan bahwa peradaban yang paling utama dibarat dalam seluruh sisi kehidupan. Baik dalam beragama, berpikir, berbahasa, berperangai, serta berbagai gaya hidup.
  2. Perhatian yang besar terhadap sekelompok besar generasi umat ini di berbagai negeri, serta berbagai bantuan fasilitas dan sarana termasuk pembinaan serta pendidikan. sehingga apabila sekelompok generasi tersebut telah benar-benar menyerap pemikiran barat, jika kembali ke kampung halaman mereka hanya tinggal dikuasai dengan berbagai pujian serta sanjungan yang luar biasa agar mereka memperoleh posisi jabatan dan kekuasaan tertentu di negeri masing-masing. Dengan demikian diharapkan mereka turut menyebarluaskan pemikiran-pemikiran barat dan mendirikan berbagai lembaga pendidikan yang dilangsungkan kependidikannya dengan sistem dan kurikulum ala barat atau minimalanya dijadikan tunduk kepada barat.
  3. Semangat mengajarkan dan mengembangkan bahasa barat di negeri-negeri muslim dan menjadikannya bahasa yang disisipkan ke dalam bahasa kaum muslimin, khususnya bahasa Arab, bahasa al-Qur'an. Bahasa yang Allah menurunkan kitab-Nya dengannya dan yang kaum muslimin beribadah dengannya saat shalat, haji, berdzikir dan sebagainya.       Di  antara propagandanya adanya motivasi yang kuat guna memerangi bahasa Arab ini dan berusaha melemahkan tekad berpegang teguhnya kaum muslimin dengan bahasa Arab di negeri-negeri Islam. Caranya dengan mengedepankan pemakaian bahasa asing dan mendirikan berbagai  lembaga pendidikan yang bermisi mengembangkan peradaban umat serta merusaknya dengan mengagungkan adab kesukuan dan lain sebagainya.
  4. Mendirikan perguruan tinggi dan sekolah ala barat berbeasiswa di negeri kaum muslimin. Termasuk panti asuhan, taman bermain anak, rumah sakit dengan menjadikannya pusat menyukseskan tujuan buruknya. Juga motivasi bagi kaum muslimin dan bantuan buat mereka setelah mereka sekolah disana dengan diberi kemudahan mendapatkan sehingga kelak bisa menjadi tim sukses untuk merealisasikan program mereka di negeri kaum muslimin. Selain itu juga usaha menguasai kurikulum pendidikan di negeri kaum muslimin, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
  5. Mengirim utusan ke negeri kaum muslimin guna menyebarkan misi mereka. Merekalah para misonaris
  6. Mendirikan media siaran untuk umum semisal Radio, TV dan semisalnya, serta berbagai mas media cetak semisal buletin, jurnal, tabloid, majalah, koran, komik dan semisalnya. Bertujuan untuk menyerukan ajaran dan pemahaman serta peradaban ala barat dan untuk menggantikan pemikiran serta peradaban generasi kaum muslimin dengan sarana tersebut. Khususnya mereka yang lemah pengetahuannya tentang agama Islam, sebab tidak mendapatkan tarbiyah yang layak tentangnya.

Dan tentunya masih banyak usaha lainnya yang dilakukan untuk menyukseskan ghazwul fikri ini. Wallahu musta'an.

Wanita dan ghazwul fikri

Seruan dan serangan ghazwul fikri dilangsungkan di berbagai bidang kehidupan dan tak mengenal lelah. Usaha untuk merusak masyarakat muslim pun dilakukan. Berbagai usaha juga mereka tempuh, salah satu sasaran dan sarananya ialah kaum muslimah.

Kaum wanita muslimah dibuat phobi terhadap berbagai tugas dan tanggung jawabnya yang sesungguhnya. Kaum wanita muslimah dijadikan berani melanggar hal-hal yang diharamkan Allah. Bahkan diputar balikan kenyataannya, melanggar yang haram dibuat menjadi hal yang dirasa membahagiakan mereka. Sampai-sampai dibuat opini seakan tidak akan ada kebahagiaan selain dengan melanggar hal haram tersebut.

Yaitu tatkala mereka melontarkan seruan diantara kaum muslimin berbagai propaganda dan slogan-slogan yang menggiurkan agar wanita muslimah bisa segera berbaur dengan kaum laki-laki (ikhtilath) di berbagai kesempatan, agar kaum wanita muslimah sibuk dan asyik dengan berbagai bidang pekerjaan kaum laki-laki. Tidak ada tujuannya dari itu semua selain hendak merusak keteraturan masyarakat kaum muslimin semata, serta hendak memupuskan kesucian serta kehormatan yang ada pada masyarakat kaum muslimin, khususnya yang dimiliki oleh kaum wanita muslimah.

Berbagai propaganda sesat disebut-sebut dan didengungkan. Tujuannya agar kaum muslimin, khususnya kaum muslimah mengganti akidah mereka yang lurus dengan pemahaman yang sesat mereka. Tujuannya agar tertanam di benak seluruh umat ini sebuah pemahaman, bahwa kaum wanita di dalam Islam telah dizalimi dan didiskriminasi, dimana mereka seharusnya berhak melakukan ini dan itu, namun tidak diberikan hak-haknya.

Semoga kita tidak termasuk kaum yang termakan propaganda perang peradaban ini. Wabillahit taufiq.

 

Bagikan :