penyucian ka’bah
Easystem   20 Agustus 2018   Dibaca 125 kali  

Setelah negri kufur dikuasai dan di bawah kekuasaan Islam maka Rasulullah segera memberantas sisa - sisa kesyirikan. Rasulullah memerintahkan untuk membersihkan Ka'bah dari patung berhala yang berjumlah 360 patung bahkan beliau ikut serta dalam menumbangkan patung - patung tersebut dengan tanganya yang mulia menggunakan tongkat seraya membaca

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقً

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Di dalam Ka'bah terdapat gambar Nabi Ibrahum, dan Ishaq yang sedang mengundi nasib denngan anak panah; maka mengatakan, " Semoga Allah membinasakan mereka, tidaklah Ibrahim mengundi nasib dengan anak panah." Dalam riwayat lain bahwa patung Maryam juga ada dalam kab'ah.

Setelah Ka'bah bersih dari patung maka Rasulullah masuk ke dalam ka'bah dan melakukan shalat dua raka'at kemudian beliau keluar dan menyerahkan kunci Kab'ah kepada Ustman bin Thalhah dan mengabadikan hijabah Ka'bah kepada Bani Syaibah sebagaimana dahulu pada masa jahiliah. Lalu Rasulullah memegang Hajar Aswad dan thawaf keliling kab'ah tanpa ihram, hal ini menunjukan bahwa boleh seseorang masuk Makkah tanpa ihram jika tidak bermaksu untuk haji atau umrah.

Dengan demikian, kab'ah kembali pada hakikatnya semula dan tujuan utama dibangun nya yaitu sebagai lambang tauhid yang bersih dari kesyrikan dan hanya untuk menegakkan peribadatan semata kepada Allah

Kemudian Rasullah memerintahkan Bilal untuk mengumandakan adzan maka Bilal naik di atas kab'ah  dan mengumandakan adzan. Sebagian orang berkata, " Sungguh betapa rugi dan hina jika orang yang dahulu menyiksa Bilal melihatnya sekarang dalam ke adaan adzan di atas kab'ah

 Sumber : (Edisi 11 Th. ke-11 jumada Akhir 1433 [Apr-Mei 12]125)

 

Bagikan :