bentengi diri dengan takwa
Easystem   24 September 2018   Dibaca 97 kali  

sering kita mendengar seruan dan ajakan khotib jum'at atau penceramah untuk selalu bertakwa kepada allah. namun, kenyataannya kalimat ini (takwa) sangat mudah diucapkan oleh lisan tetapi sangat berat dilaksanakan oleh hati dan anggota badan. buktinya, masih banyak tindak kemaksiatan yang terjadi di hadapan mata yang mengindikasikan tipisnya benteng ketakwaan pelakunya.

sebenernya, jika kita tahu berbagai rahasia agung di balik takwa tentu kita tidak akan bermalas-malasan dalam bertakwa kepada allah pada setiap tempat dan waktu. untuk itu, dengan memohon pertolongan dari allah kami menyuguhkan tema diatas ke hadapan sidangpembaca. semoga ketaqwaan kita yang makin tipis ini menjadi lebih tebal, dengan izin allah.

pengertian takwa

takwa secara bahasa yang berarti menjaga dan melindungi. sedangkan maksud adalah rasa takut kepada allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangannya.

memilih definisi terbaik tentang takwa ini, tholq bin habib al-anaziy (seorang ulama tabi'in) berkata: "beramal karena taat kepada allah atas dasar cahaya (iman) dari-Nya dengan mengharap pahala dari-Nya dan meninggalkan maksiat kepada allah atas dasar cahaya (iman) dari allah karena takut akan hukumannya."

perkataan tholq di atas dikomen tari ibnul qoyyim: "hakikat takwa adalah beramal dalam ketaatan kepada allah atas dasar iman dan mengharap pahala baik itu perintah maupun larangan. maka ia (orang yang bertakwa) melaksanakan apa saja yang diperintahkan allah kepadanya dengan menyakini perintah dan mempercayai janjinya. begitu juga, ia meninggalkan apa saja yang dilarang oleh allah didasari oleh keimanan terhadap larangan tadi dan sekaligus takut akan hukuman allah.

urgensi takwa

ada banyak alasan mengapa allah dan rasulnya mewasiatkan takwa ini dalam banyak kesempatan, dalam al-qur'an ataupun hadits yang shohih, diantaranya:

1. takwa merupakan wasiat allah kepada kaum-kaum terdahulu:

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ۚ

dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. (QS. an-Nisa [4]: 131)

2. takwa adalah sebaik-baik bekal

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. al-Baqoroh [2]:197)

3. allah menjadikan takwa tolak ukur bagi kemuliaan hamba-Nya, makin bertakwa seorang hamba makin mulia kedudukannya.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS. al-Hujurat [49]:13)

bagi siapa saja yang mau mencermati, cukuplah ayat-ayat di atas untuk menunjukkan betapa sangat pentingnya ketakwaan dalam kehidupan setiap insan.

ciri-ciri orang yang bertakwa

sulit untuk mengatakan si fulan (seseorang) bertakwa ataukah tidak sebab ketakwaan tidak kasat mata.

kendati begitu, ada tanda-tanda lahiriah yang dapat mengindikasikan keadaan batin. syaikh ibnul utsaimin menjelaskan: "jika hati seseorang benar-benar bertakwa maka akan muncul darinya amalan anggota badan. sebabnya, permisalan hati bagi anggota badan ialah layaknya seorang raja dan para rakyatnya. bila raja itu baik maka rakyatnya juga akan baik,begitu juga kebalikannya."

jadi, kita bisa mengetahui ciri-ciri orang yang bertakwa dengan melihat amalan lahiriahnya apakah sudah baik ataukah belum. jika sudah, insyaallah ia termasuk orang yang bertakwa, namun jika sebaliknya, maka ia bukan termasuk orang yang bertakwa, walaupun banyak orang memanggilnya dengan gelar kehormatan keagamaan.

balasan bagi orang yang bertakwa

begitu agungnya takwa di sisi allah hingga dia menyiapkan begitu banyak ganjaran bagi setiap orang yang bertakwa. dalam al-qur'an banyak sekali ayat yang menerangkan berbagai keuntungan yang akan diraih oleh seorang yang bertakwa, diantaranya:

1. barang siapa yang bertakwa akan allah bukakan pintu jalan keluar baginya:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS> ath-Tholaq [65]:2)

2. orang yang bertakwa akan dihapuskan kejelekannya dan dilipatgandakan kebaikanya.

3. allah menyiapkan surga bagi para hambanya yang bertakwa:

تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّ

Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (QS. Maryam [19]: 63)

4. allah akan membukakan pintu rahmat dan berkah dari langit untuk orang yang bertakwa:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. al-A'rof [7]:96)
5. dan ketahuilah, bahwa akhir yang baik hanya untuk orang yang bertakwa.
agar kita selalu bertakwa
bersikap istiqomah dalam ketakwaan memang sulit tetapi kita tidak boleh berpatah arang dalam mengusahakannya. lantas bagaimanakah kita agar selalu bertakwa sebagaimana wasiat rasulullah dalam hadist diatas? rasulullah telah mengisyaratkannya ketika beliau menerangkan tingkatan ihsan.
dengan demikian kita tidak akan berani melakukan tindakan yang mengurangi nilai ketakwaan atau yang dapat menghilangkannya.
seorang bijak pernah berkata: "jika kau ingin bermaksiat kepada allah maka berbuatlah maksiat di tempat yang tidak diketahui olehnya."
semoga kita semua dijadikan termasuk hamba-hamba allah yang bertakwa dimana saja kita berada.
 
 
 
 
 

 sumber: buletin al furqon volume 12 no 1 tahun ke 3

 

Bagikan :