macam-macam tauhid
Easystem   24 September 2018   Dibaca 113 kali  

saudara pembaca yang budiman, setelah kita mengetahui pentingnya peranan tauhid dalam kehidupan manusia pada edisi yang lalu, maka ada baiknya bila kita mengetahui macam-macam tauhid sebagaimana yang telah diterangkan oleh para ulama di dalam kitab-kita mereka. semoga bermanfaat.

pembagian tauhid

wahai saudaraku seiman, apabila kita mau melihat dan membaca kitab-kitab tauhid yang dikarang oleh para ulama, maka di sana akan kita dapatkan bahwa tauhid itu terbagi menjadi tiga macaam, yaitu: tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma' wa shifat. ada juga yang menjelaskan bahwa tauhid itu hanya terbagi menjadi dua macam saja, yaitu: tauhid ma'rifat wal itsbat dan tauhid tholab wal qoshd. hal ini tidaklah bertentangan dengan apa yang telah penulis sebutkan di awal tadi, lantaran yang mereka maksudkan dengan tauhid ma'rifat wal itsbat itu adalah tauhid rububiyyah dan tauhid asma' wa shifat, sedangkan tauhid tholab wal qoshd itu adalah tauhid uluhiyyah. (lihat fathul majid 1/79)

penjelasan macam-macam tauhid

1. tauhid rububiyyah

yaitu mengesakan Alloh dalam hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan-Nya,seperti :menyakini bahwa Dia adalah satu-satunya pencipta,pemberi rezzeki,pengatur segala urusan,menghidupkan,mematikan,menyembuhkan,menolak bala',memberi manfaat,menimpakan kemudharatan,dan sebagainya.(Lihat Aqidatu at-Tauhid:16)

maka tidak ada satu pencipta pun kecuali Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh :

للَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ

"Allah menciptakan segala sesuatu"(QS.az-Zumar[39]:62)

Tidak ada yang memberi rezeki kecuali Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya):

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya (QS.Hud [11]:6)

Tidak ada yang mengatur kecuali Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya) :

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi".(QS As-Sajdah[32]:5)

Tidak ada yang menghidupkan dan tidak ada yang mematikan kecuali Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya)  :

"Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."(QS Yunus[10]:56).

...Dan Demikian seterusnya.semua hak tersebut tidak boleh diberikan kepada selain Alloh.Bila hal itu dilakukan maka pelakunya telah jatuh pada syirik di dalam rububiyyah.

Wahai saudaraku,ketahuilah bahwasanya seluruh keturunan anak Adam telah di fitrohkan untuk mengakui rububiyyah Alloh ini.Didalam Al-Qur'an Allah berfirman (artinya) :

" Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) :     "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",(QS al-A'rof[7]:172)

       oleh karena itu apabila kit jumpai ada orang yang mengingkari rububiyyah Alloh,maka tiada lain kecuali dia adalah orang jahil dan Bodoh sebagaimana yang terjadi pada fir'aun. Allah Berfirman (artinya) :

"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. "(QS. an-naml[27]:14)

      Orang-orang kafir Quraisy pada zaman Rosulullah SAW terkenal sebagai kaum jahiliyyah yang menyembah kepada selain Alloh,mereka pun juga mengakui tauhid rububiyyah ini.Firman Allah (artinya) :

"Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"  (QS.Yunus[10]:31)

2.Tauhid Uluhiyyah

    Yaitu mengesakan Alloh didalam beribadah,dengan tidak menjadikan selain Alloh sebagai sesembahan bersama-Nya atau mendekatkan diri kepada selain Alloh seperti mendekatkan diri kepada Alloh.(Lihat Kasyfusy Syubuhat:16)

     Oleh karena itu,semua bentuk ibadah harus ditunjukan hanya kepada Alloh semata dan tidak boleh dipalingkan kepada selain-Nya sedikitpun.Contoh ibadah misalnya: do'a,sholat,khouf(takut),roja'(harapan),nadzhar,menyembelih,tawakkal(berserah diri),isti'anah(meminta pertolongan),istiadzah(meminta perlindungan),dan sebagainya.

maka kita tidak berdo'a kecuali kepada Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS[40]:60)

kita tidak takut kecuali kepada Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya) :

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."(QS. Ali imram[3]:175)

kita tidak bertawakkal kecuali kepada Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya) :

"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". (QS.al-maidah[5]:23)

kita tidak meminta pertongan kecuali kepada Allah.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya) :

"Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. "(QS.Al-Fatihah[1]:5)

kita tidak meminta perlindungan kecuali kepada Alloh.Dalilnya adalah firman Alloh (artinya) :

"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia."(QS an-Nas[114]:1)

....dan demikian seterusnya.

wahai saudaraku,ketahuilah bahwasanya unutk tujuan tauhid inilah Alloh menciptakan makhluk,mengutus para Rousl,dan menurunkan kitab-kitab-Nya.Alloh SWT berfirman (artinya) :

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. "(Adz-Dzariyat[51]:56)

dan firman-Nya pula (artinya)  :

"Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku". (QS an-Nahl[16]:2)

         Dan Tauhid  jenis ini pula lah yang diingkari oleh orang-orang kafir,baik pada zaman dahulu maupun sekarang.Alloh berfirman (artinya) :

"(dan orang-orang kafir berkatasmileMengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. "(QS Shod [38]:5)

           Wahai saudaraku,sesungguhnya seorang yang hanya menyakini tauhid rububiyyah saja,tanpa mewujudkan tauhid uluhiyyah dalam amalan nyata,maka hal itu belum menjadikan dai sebagai makhluk yang berpredikat muslim.Iblis la'natulloh juga mempercayai nahwa robbnya adalah Alloh,bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan-Nya,akan tetapi dia ingkar kepada uluhiyyah Alloh,tidak mau taat kepada perintahnya sehingga dia di keluarkan dari surga dan dicap oleh Allah sebagai penghuni Neraka dan kekal di dalamnya. Demikian pula halnya dengan orang - orang musyrik dan kafir di zaman Rasulullah. Mereka juga meyakini bahwa Tuhan pencipta, pengatur, pemelihara, dan penguasa alam semesta ini adalah Allah. Namun kepercayaan dan keyakinan mereka itu belum bisa menjadikan mereka tergolong sebagai seorang muslim. Perhatikanlah masalah ini dengan baik, wahai saudaraku!!

3. Tauhid Asma' dan Sifat

   Yaitu menegaskan Allah dengan menetapkan nama-nama yang Allah namakan diri-Nya dengan nama tersebut dan menetapkan sifat - sifat yang disifatkan pada diri-Nya berdasarkan al-Qur'an dan sunnah rosul-Nya tanpa mentahrif,menta'thil,mentakyif, dan mentamsil.

Untuk lebih jelasnya perhatikanlah contoh - contoh berikut:

      Dalam Surat al-Baqoroh ayat 255 Allah menamakan dirinya dengan nama al-Hayyu (yang Maha Hidup). Maka kita wajib mengimani sifat yang terkandung dalam nama tersebut. Yaitu sifat hidup yang sempurna yang tidak berawal dan berakhir.

       Allah juga menamakan diri-Nya as-Sami'(yang Maha Mendengar) maka kita wajib mengimani bahwa as-Sami merupakan salah satu nama Allah dan mengimani sifat yang terkandung dalam nama tersebut yaitu sifat mendengar yang sempurna.

     Allah menyatakan bahwa Dia mempunyai dua tangan. Maka kita wajib mengimani bahwa Allah mempunyai dua tangan. Namun kita tidak boleh mengkhayalkan, menggambarkan, dan tidak boleh menyamakan dengan tangan makhluk.

Demikian pembahasan kita kali ini, semoga Allah menjadikan ibadah kita benar - benar merupakan pantulan dari tulusnya kehambaan kita kepada-Nya. Akhirnya, hanya kepada-Nya-lah kita memohon dan meminta, sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Wallohu Mustaan.

Sumber : ( AL- FURQON Th. Ke-2 Vol.2No.2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan :