Ar-Rubbayi’ binti Mu’awwidz
Easystem   15 September 2018   Dibaca 112 kali  

Dalam kesempatan ini tiba giliran kita untuk mengikuti alur sejarah kehidupan ar-Rubbayi' binti Mu'awwidz bin Rifa'ah al-Anshariyyah

KELUARGA PEJUANG

Ar-Rubbayi' berasal dari keluarga pejuang, yang memiliki keimanan kuat dan hati yang bersih. Selalu menyertai Rasulullah dalam segala keadaan. Ayahnya adalah Mu'awwidz bin al-Harits bin Rifa'ah yang lebih dikenal dengan gelar Ibnu 'Afra', salah satu pejuang dalam perang Badar dan gugur sebagai syahid dalam pertempuran tersebut. Begitu halnya paman-pamannya dari bani Najjar, yang mana mereka juga adalah paman (dari jalur ibu) Rasulullah dan juga pembela beliau. Mereka pun ikut berjuang dalam perang Badar.

Nenek Rubbayi' yang bernama 'Afra' adalah seorang wanita tangguh dan pemilik keistimewaan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain, sebagiamana yang dikisahkan oleh Ibnul Jauzi dan Ibnu Hajar. Bahwasanya ia mempunyai tujuh orang anak laki-laki, semuanya ikut berjuang bdalam perang Badar bersama Rasulullah. Dua dari mereka adalah yang berhasil membunuh Abu Jahal, dan keduanya pun syahid dalam perang itu.

Kisah syahidnya dua putra 'Afra' ini tercantum dalam shahih al-Bukhari. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdur-Rahman bin Auf, ia berkata, "Ketika aku berada di salah satu barisan pada perang Badar, aku diapit kiri dan kanan oleh dua orang pemuda yang masih sangat belia. Aku merasa tidak nyaman berada di satu tempat bersama mereka. Ketika itu salah seorang dari mereka berkata kepadaku, 'Wahai paman, tunjukkan pada-ku Abu Jahal!' aku lantas bertanya kepadanya, 'apa yang hendak engkau perbuat terhadapnya?' ia menjawab, "Aku berjanji kepada Allah akan membunuhnya, atau aku yang mati.' Dan seorang lagi mengatakan perkataan yang sama." Abdurrahman  bin Auf berkata, "Alangkah bahagianya aku berada satu barisan dengan keduanya. Maka aku tunjukkan Abu Jahal kepada mereka. Seketika itu mereka terbang laksana elang hingga mereka pun berhasil melukainya. Ternyata mereka berdua adalah putra 'Afra."

Anas bin Malik melengkapi kisah ini, ia berkata, "Rasulullah bersabda, "Siapa yang mau melihat apa yang terjadi pada Abu Jahal?' Ibnu Mas'ud menjawab, ' Saya, wahai Rasulullah!' Maka Ibnu Mas'ud pun pergi mencari di area pertempuran. Lalu ia mendapatkannya telah dilumpuhkan oleh anak-anak 'Afra' sampai ia jatuh berlutut. Kemudian Ibnu Mas'ud pun langsung menghabisinya dan memenggal kepalanya, kemudian membawanya ke hadapan Rasulullah. dan ketika beliau melihat kepala Abu Jahal, beliau mengucapkan, 'Allah, Dzat yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain-Nya, segala puji bagi Allah yang telah menghinakan engkau wahai musuh allah! Dia adalah Fir'aunnya umat ini.' Dan ketika mendengar syahidnya dua anak 'Afra' Rasulullah berkata, "Semoga Allah merahmati dua putra 'Afra'. Mereka bergabung dalam membunuh Fir'aun umat  ini.' Ditanyakan kepada beliau, 'Siapakah yang ikut membunuhnya dengan mereka berdua?' Beliau menjawab, 'Malaikat dan  Ibnu Mas'ud yang telah ikut andil dalam pembunuhannya.'"

Begitulah kepahlawanan keluarga Rubbayi' binti Mu'awwidz, kepahlawanan yang tumbuh karena kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

SANG PEJUANG

Adapun Rubbayi' sendiri, ia adalah wanita yang masuk Islam ketika Rasulullah hijrah ke Madinah. Dia juga turut menyertai Rasulullah untuk mengikuti berbagai peperangan guna mengobati para mijahidin yang terluka dan memberi minuman bagi mereka yang kehausan.

Al-Bukhari mentakhrij dari Rubbayi', bahwa dia berkata, "Kami ikut peperangan bersama Rasulullah untuk membantu,memberikan minum dan mengobati mujahidin yang terluka, serta membawa pulang mujahidin yang gugur ke Madinah." Demikian wanita mulia ini berjuang dengan jiwa dan hartanya. Dengan segala keisimewaannya tersebut maka tak heran bila Rasulullah begitu memperhatikannya, dan cukup dekat dengan beliau. Walhasil, kedekatan tersebut sanggup membuahkan kedudukan dan kehormatan yang tinggi bagi Rubbayi''.

AR-RUBBAYI DI MATA RASULULLAH

Rubbayi' menceritakan bahwa pada pagi hari setelah malam pengantinnya Rasulullah datang mengunjunginya. Beliau lalu duduk di atas kasurnya. Dengan kehadiran beliau dalam acara itu, sanggup menambah semarak suasana gembira pada pagi hari yang bahagia itu. Sungguh, suatu penghargaan yang tidak terhingga! Seorang Nabi yang mulia berkenan hadir diacara pernikahan. Benar-benar sikap beliau menunjukkan kerendahan dan kemuliaan hatinya.

Tidak hanya itu, kadangkala beliau memberikan hadiah kepadanya sebagai wujud kasih sayang Nabi kepada Rubbayi' dan mengangkat derajatnya sebagai penghormatan kepada ayah dan paman-pamannya. Begitulah di antara cara beliau menunjukkan penghormatan kepada keluarga para syuhada' yang telah mengorbankan nyawa mereka demi kepentingan Islam.

Rubbayi' termasuk salah seorang yang ikut dalam Bai'at Aqabah, yang mana mereka telah diberi kabar gembira oleh Allah akan masuk surga, berdasarkan sabda Rasulullah, "Tidak akan masuk neraka orang yang ikut berbai'at di bawah pohon." (HR. Muslim)  

Rubbayi' binti Mu'awwidz juga seorang perawi hadits, ia meriwayatkan lebih kurang dua puluh satu hadits Rasulullah. Imam al-Bukhari dan Muslim pun meriwayatkan hadits-hadits dari beberapa sahabatdan tabi'in yang sempat berguru kepadanya. Dan ia menjadi Shahabiyah satu-satunya yang meriwayatkan hadits tentang wudhu Rasulullah secara detail.

Karena kedekatannya dengan Rasulullah, Rubbayi' begitu terampil dalam menyebutkan sifat-sifat beliau. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Ubaidah bin Muhammad, "Kukatakan kepada Rubayyi' binti Mu'awwidz, 'Sebutkan ciri-ciri Rasulullah untukku!' Rubbayi' menjawab, 'Wahai anakku, engkau melihatnya laksana matahari terbit.'"

Setelah Rasulullah wafat, Rubbayi' binti Mu'awwidz tetap dihargai dan dihormatioleh Khulafa' Rasyidin. Ia wafat pada masa kekhilafahan Abdul Malik bin Marwan. Semoga Allah meridhai Rabbayi' dan ayahnya, Mu'awwidz, serta neneknya 'Afra' juga para pamannya yang telah membunuh Abu Jahal. Semoga mereka mendapatkan surga sebagai imbalan atas pengorbanan mereka semua. Sungguh, itulah sebaik-baik tempat tinggal dan tempat kembali.

 

Bagikan :