menuju negeri yang aman dan tenteram
Easystem   13 September 2018   Dibaca 102 kali  

kesyirikan dan kemaksiatan adalah sebab hilangnya keamanan sebuah negeri

setiap insan pasti menginginkan keamanan dan ketenteraman di negerinya, baik keamanan jiwanya, sanak keluarganya, ataupun masyarakatnya. bebas dari krisis moneter yang berkepanjangan, bencana, kesusahan, dan kerusuhanadalah harapan bagi setiap lapisan masyarakat di tanah air kita yang tercinta ini. namun semua itu tidaklah akan bisa tercapai apabila perkara-perkara yang menyelisihi syari'at islam seperti melakukan kesyirikan, kebid'ahan, dan kemaksiatan masih terus dilkukan. betapa banyak orang yang mengharapkan agar terbebas dari kesusahan dan musibah yang menimpa diri mereka, akan tetapi mereka tempuh dengan cara berbondong-bondong meminta ke kuburan para wali ataupun orang-orang sholih lainnya yang telah meninggal dunia. hal ini justru akan membuat negeri ini kacau-kacau dan mengundang datangnya bencana yang secara beruntun dan saling bergantian. tidaklah mereka menyadari firman allah yang berbunyi:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَأَفَأَمِنُوا أَنْ تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? (QS. yusuf [12]:106-107)
begitu pula firman allah (artinya):
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. (QS. asy-Syu'aro [26]: 213)
wahai saudaraku sekalian, marilah kita berpikir sejenak atas segala bencana dan malapetaka yang silih berganti menimpa tanah air kita tercinta ini. apakah allah menimpakan hal itu begitu saja tanpa sebab apapun? tentu tidak, jawabnya.
semua itu tiada lain lantaran dosa-dosa dan kedurhakaan seorang hamba kepada robbnya!!!
perhatikan firman allah:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. ar-Rum [30]:41)
kiat-kiat menggapai negeri yang aman dan tenteram
1. meningkatkan keimanan

iman merupakan ponasi yang sangat agung untuk menggapai keamanan suatu negeri. dia mempunyai peranan yang sangat penting untuk mencapai keamanan negeri, ketenangan jiwa, dan terhindarnya diri dari kesedihan dan kekhawatiran.

hal ini sebagaimana ditegaskan dalam al-qur'an:

فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (QS. al-An'am [6]:48)

2. meninggalkan segala bentuk kesyirikan

ketahuilah wahai saudaraku, diantara faktor terpenting untuk menggapai keamanan di sebuah negeri adalahnmenjauhkan diri dari noda-noda kesyirikan. mengapa demikian? sebab syirik adalah suatu kezholiman yang sangat besar dan perkara yang amat dibenci di sisi allah. allah adalah ilah (sesembahan) yang maha esa. dia tidak butuh sekutu ataupun tandingan. barangsiapa yang menyekutukan-Nya, maka allah tidak akan pernah mengampuni dosanya tersebut kecuali dia bertaubat kepada allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

cermatilah firman allah:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. al-An'am [6]:82)
3. kembali kepada al-qur'an dan as-sunnah ketika terjadi perselisihan
allah telah memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk kembali kepada al-Qur'an dan as-sunnah ketika terjadi perselisihan.
sebagaimana allah memerintahkan hal tersebut di dalam al-qur'an:
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. (QS. an-Nisa [4]:59)
4. taat kepada pemimpin
sungguh telah banyak keterangan di dalam al-qur'an dan as-sunnah ash-shohihah yang menjelaskan tentang wajibnya taat kepaa pemimpin.
cukuplah bagi kita firman allah yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. (QS. an-Nisa [4]:59)
5. menjaga persatuan kaum muslimin di atas al-qur'an dan as-sunnah ash-shohihah
sebagaimana allah berfirman artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.... (QS. ali imron [3]:103)
6. mengerjakan amal sholih
sebagaimana allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an-Nahl [16]:97)
apa yang harus kita lakukan ketika negeri ini telah aman?
wahai saudaraku seiman, merupakan keharusan bagi setiap hamba yang beriman kepada allah, ketika dia melihat bahwa negerinya telah aman sentosa untuk bersyukur kepada allah. dan memang itulah kewajiban yang harus ia lakukan atas segala nikmat yang telah ia dapatkan.
jangan sampai kenikmatan yang telah allah berikan tersebut dibalas dengan kekufuran. karena sesungguhnya allah telah mengancam orang-orang yang kufur terhadap nikmat-nya dengan siksa yang amat sedih.
perhatikan firman allah berikut:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. ibrahim [14]:7)
wahai saudaraku marilah kita banyak-banyak berdo'a, semoga allah senantiasa melimpahkan rohmat-Nya di tanah air tercinta ini. karena cita-cita tertinggi seorang muslim adalah agar harapannya bisa tercapai, keinginannya terpenuhi, dan menjadi orang-orang yang dicintai disisi allah. dan itu semua dapat di peroleh dengan berdo'a kepada allah dan usaha dengan sekuat tenaga.
 
 
 
 
 
 
sumber: buletin al-furqon th. ke 2 vo. 2 no. 1
 

Bagikan :