Sifat Sholat Nabi
Easystem   13 September 2018   Dibaca 115 kali  

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, para sahabatnya, dan orang - orang yang senantiasa mengikuti mereka dengan baik hingga datangnya hari kiamat.

     Wahai saudaraku, berikut ini merupakan lanjutan dari Rangkaian pembahasan kita seputar sifat sholat Nabi pada dua edisi yang telah lalu. Insya Allah ini merupakan pembahasan yang terakhir. semoga bermanfaat.

  1. Sujud (Pertama)

      Setelah i'tidal/bangkit berdiri dari rukuk dengan Thuma'ninah(tenang), maka gerakan sholat selanjutnya adalah sujud. Adapun tata cara dan bacaan di dalam sujud adalah:

  1. Turun untuk sujud dan membaca takbir: Allahu akbar (artinya : Allah Mahabesar ).

    Bacaan ini Wajib hukumnya. Di samping itu, sesekali disunnahkan pula untuk megangkat tangan ketika turun menuju sujud tersebut.

  1. Turun sujud dengan mendahulukan kedua tangan.

    Seseorang yang sholat ketika turun untuk sujud hendaklah bertumpu pada kedua tangannya, yakni dengan meletakkan tangan terlebih dahulu sebelum lututnya. Demikianlah yang diperintahkan  dan dilakukaan oleh Rasulullah. Beliau melarang gerakan turun untuk sujud menyerupai turunya unta, yang mana unta turun (menderum) dengan mendahulukan kedua lututnya yang terletak pada kedua kaki depannya.

  1. Ketika sujud, hendaklah bersandar (bertopeng) pada kedua telapak tangan dan membentangkannya.
  2. Menghadapkan jari-jemari ke arah kiblat dan merapatkannya.
  3. Meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan kedua pundak, dan terkadang menyejajarkan dengan kedua telinga.
  4. Mengangkat kedua lengan (siku) dari tanah/lantai, dan tidak membentangkan nya seperti anjing. Ini hukumnya Wajib.
  5. Termasuknya rukun sujud adalah (menekankan dan) menempelkan hidung dan kening (dahi) dapa tanah (lantai), serta menempelkan lutut. Demikian pula ujung - ujung    telapak kaki dengan menegakkannya. Semua ini hukumnya Wajib
  6. Menghadapkan ujung - ujung jari kaki ke kiblat dan merapatkan kedau telapak kaki atau tumit. Maka barang siapa yang seimbang dalam melaksanakan sujud kaki atau tumit. Maka barang siapa yang seimbang dalam melaksanakan sujud nya dengan cara ini. berarti ia telah thuma'ninah dalam sujudnya sedangkan thuma'ninah merupakan rukun sholat.
  7. Membaca do'a سُبْحًانَ رَبِّيَ اْلأعْلَى (artinya: Maha suci Robbku yang maha tinggi) sebanyak tiga kali atau lebih.
  8. Disnunnahkan memperbanyak do'a ketika sujud, karena ini adalah waktu yang mustajabah (terkabulnya do'a). Termasuk sunnah, hendaklah menjadikan sujud nya hampir sama dengan lamanya rukuk.
  9. Dibolehkan untuk sujud langsung ke tanah ataupun ada batas antara kening dan tanah, berupa baju, pemadani, tikar, maupun semisalnya. Dan seorang yang sholat dilarang membaca al -Qur'an ketika sujud.
  10. Mengangkat kepala dari sujud dan bertakbir

   Ini hukumnya wajib. Dan disunnahkan sesekali mengangkat kedua tangan bersama takbir ketika mengangkat kepala dari sujud.

  1. Dududk di antara dua sujud

   Kemudian duduk dengan tenang hingga semua tulang kembali ke tempatnya masing - masing. Ini termasuk rukun sholat. Adapun duduknya adalah dengan cara duduk iftirosy, yakni membentangkan kaki kirinya, kemudian diduduki, dan menegakkan telapak kaki kanan dengan jari - jari menghadap kiblat. Terkadang di bolehkan juga duduk iq'a yaitu duduk tegak di atas kedua tumit dan di atas pangkal kakinya. Adapun bacaan ketika duduk di antara dua sujud ini adalah:

ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ، ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨِﻲ،ﻭَﺍﺟْﺒُﺮْﻧِﻲ، ﻭَﺍﺭْﻓَﻌْﻨِﻲ، ﻭَﺍﻫْﺪِﻧِﻲ،ﻭَﻋَﺎﻓِﻨِﻲ، ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨِﻲ

"Ya Allah, ampunilah aku, rohmatilah aku, perbaikilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, serta berilah aku rezeki. Dan jika mau, boleh hanya membaca:

ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ، ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ،

"Ya Robbku ampunilah aku, ya Rabbku ampunilah aku."

  1. Sujud (kedua)

    Setelah ini bertakbir lalu melakukan sujud yang kedua, seperti sujud yang pertama. Dan disunnahkan untuk sesekali mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir tersebut.

  1. Duduk istirahat

    Apabila bangun dari sujud kedua yang kedua dan ingin bangkit menuju roka'aat yang kedua, maka wajib bertakbir. Sebelum bangkit, hendaklah duduk sempurna pada kaki kirinya (duduk istirahat, -red) sehingga semua tulang kembali pada tempatnya masing - masing.

  1. Berdiri di menuju roka'at berikutnya (kedua)

     Lalu bangkit menuju roka'at kedua dengan bertumpu pada kedua tangan dalam keadaan telapak tangan menggenggam (mengepal) seperti genggaman orang yang membuat adonan roti. Kemudian melakukan apa yang dilakukan pada roka'at pertama, hanya saja tidak membaca do'a istiftah. Hendaklah menjadikan roka'at kedua ini lebih pendek dari roka'at sebelumnya.

  1. Duduk tasyahhud

    Apabila telah selesai dari roka'at kedua maka hendaklah duduk tasyahhud (awal), hukumnya wajib.Adapun tata caranya adalah:

  1. Duduk iftirosy sebagaimana yang dilakukan ketika duduk di antara dua sujud.
  2. Meletakkan telapak tangan kanan pada paha dan lutut kanan, dan siku kanan pun berada di atas paha, serta tidak terlalu jauh darinya. Dan membentangkan telapak tangan kiri pada paha dan lutut sebelah kiri. Dan tidak boleh duduk bersandar (bertumpu) pada tangan, terutama tangan kiri.
  3. Menggenggam jari - jari tangan kanan,  dan terkadang meletakan ibu jari pada jari tengah. Dan terkadang menjadikan kedua jari (ibu jari dan jari tengah) sebagai lingkaran sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat dan mengerak - gerakknnnya serta mengarahkan pada mata ke jari telunjuk tersebut.

d Membaca do'a tasyahhud awal:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Setelah itu membaca sholawat kepada Rasulullah yang lafazhnya:

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Kemudian setelah tasyahhud ini dapat pula berdo'a dengan do'a yang paling di senangi dari semua do'a yang shohih (dari sunnah Rasulullah)

  1. Berdiri Menuju raka'at ketiga dan keempat

   Adapun caranya adalah seperti berdiri menuju roka'at yang kedua. Dan di sunnahkan untuk sesekali mengangkat kedua tangan bersama takbir menuju roka'at yang ketiga dan keempat. Setelah berdiri, hendaklah melakukan hal - hal sebagaimana yang dikerjakan pada roka'at sebelumnya, hanya saja lebih pendek dari roka'at sebelumnya. Dalam roka'at ketiga dan keempat ini wajib membaca surat al-Fatihah dan terkadang boleh ditambah dengan membaca beberapa ayat."

  1. Tasyahhud akhir

    Cara sama dengan tasyahhud awal hanya saja tasyahhud ini dilakukan dengan duduk tawarruk, yaitu meletakkan pangkal paha kiri (pinggul) di atas tanah/ lantai dan mengeluarkan kedua telapak kaki dari satu arah serta meletakkan kaki kiri dibawah paha dan betis kanan, kemudian menegakkan telapak kaki kiri untuk bersandar.

    Setelah mengucapkan do'a tasyahhud dan bersholawat kepada Nabi lafazh nya sama dengan tasyahhud awal), maka diwajibkan pula untuk berlindung dari empat perkara dengan mengucapka:

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

"Ya Allah sesungguhnya aku berlidung kepada-mu dari adzab neraka jahannam juga dari adzab kubur, fitnah hidup dan mati, serta kejelekan fitnah al-Masih ad-Dajjal."

    Setelah itu dilanjutkan dengan berdoa untuk diri sendiri dengan do'a dari al-Qur'an dan as - Sunnah. Do'a ini sangat banyak dan bagus. jika memang tidak adayang di hafal, maka bisa berdo'a dengan apa saja yang bisa memberikan manfaat untuk agama dan duniaanya.

25.Salam

    Kemudian seorang yang sholat hendaklah menutup sholatnya dengan melakukan salam ke arah kanan hingga pipi kanannya bisa terlihat, juga menoleh ke arah kiri hingga pipi kirinya terlihat.

Adapun tata cara dan lafazh salam ada beberapa macam:

  1. Mengucapkan اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Sambil menoleh ke arah kanan, dan اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ sambil menoleh ke arah kiri.
  2. Sama dengan yang diats, hanya saja tanpa tambahan وَبَرَكَاتُهُ
  3. Mengucapkan اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ sambil menoleh ke kanan, dan اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  sambil menoleh ke kiri.
  4. Membaca satu kali salam ; Yakni اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ dengan tetap menghadap ke depan namun sedikit menoleh ke kanan.

   Wahai Saudaraku, dengan demikianlah selesailah pembahasan kita tentang sifat sholat Nabi. Mudah - mudahan jelas dan dapat dipahami dengan baik. Kami berharap kepada Allah agar memberikan kemudahan bagi kita semua di dalam mengamalkannya sebagai perwujudan dari sabda Rasulullah (Artinya): "Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku sholat."(HR.Bukhori:631)

Sumber :( AL FURQN Th. ke 2 Vol.12 No 3)

 

Bagikan :