Dosa-Dosa yang sering diremehkan
Easystem   02 Agustus 2018   Dibaca 181 kali  

1. tidak menjaga diri dari cipratan kencing

termasuk dosa yang sering diremehkan adalah "tidak memperhatikan kondisi diri pada saat kencing". cipratan air kencing dibiarkan mengenai kaki, baju begitu saja tanpa ada usaha untuk membersihkannya. yang lebih memprihatinkan, banyak orang yang kencing tidak cebok!! allahulmusta'an. padahal dosa ini tidak bisa dianggap enteng, ancamannya sangat keras.

2. naminah

naminah adalah menukil ucapan manusia kepada orang lain dengan niat kejelekan, untuk mengadu domba. dosa namimah, sebagaimana dalam hadist diatas, termasuk dosa besar. al-imam adz-dzahabi berkata: "naminah termasuk dosa besar, haram berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. sungguh dalil-dalil yang banyak sangat jelas menegaskan keharamannya, dari al-qur'an dan as-sunnah. 

3. jabat tangan dengan lawan jenis

demikian pula rasulullah tidak menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya, seperti ketika membai'at kaum wanita. bahkan istri beliau A'isyah berkata: "Demi allah, tidak pernah sama sekali tangan rasulullah menyentuh tangan wanita ketika bai'at".

Al-Imam Al-Iraqi mengatakan: "apabila beliau saja tidak berjabat tangan dengan wanita, padahal tidak ada keraguan dan terjaga, maka selain beliau lebih utama untuk tidak berjabat tangan dengan wanita."

4. mendengarkan musik

dosa ini banyak diterjang, padahal keharaman musik sudah jelas. allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS Luqman [31]:6)

segi perdalilan dari hadist ini sangat jelas, bahwa alat musik adalah alat yang melalaikan seluruhnya, tidak ada perselisihan di antara ahli bahasa. andaikan musik itu halal, tentu nabi tidak akan mencelanya karena penghalangan ini. bahkan lagi, tatkala nabi menggandengkan penghalalan alat musik dengan penghalalan khamar dan zina.

5. bersumpah dengan nama selain allah

banyak diantara kaum muslimin yang belum menyadari ini. mereka bersumpah dengan menyebutkan nama selain allah, padahal seorang muslim yang ingin bersumpah harus dengan menyebut nama allah, tidak boleh menyebut nama selain allah.

sungguh dewasa ini banyak sekali tersebar sumpah-sumpah atas nama allah: "demi ka'bah", "demi kesetiaanku padamu", demi allah dan rasulullah, dan lain-lain: maka tinggalkan wahai saudaraku!!

6. isbal bagi laki-laki

isbal adalah menjulurkan pakaian hingga melebihi kedua mata kaki, dan hal ini haram hukumnya bagi laki-laki baik karena sombong atau tidak. ketahuilah wahai saudaraku-semoga allah menambahkan ilmu kepada kita bahwa isbal tetap dilarang walaupun pelakunya tidak bermaksud sombong.

Asy-Syaikh al-Muhaddist al-Albani berkata: "Apa bila Ibnu 'Umar saja, yang beliau termasuk sahabat yang mulia dan bertaqwa, nabi tidak diam terhadap sarungnya yang kendur (hingga melebihi mata kaki, pen). bahkan memerintahkannya untuk mengangkat sarungnya, bukankah hal ini menunjukkan bahwa isabil tidak berkaitan dengan sombong atau tidak sombong?"

kemudian asy-syaikh berkata dalam tempat yang lain: "hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa kewajiban seorang muslim adalah tidak menjulurkan pakaiannya hingga melebihi kedua mata kaki bahkan hendaklah ia mengangkatnya hingga diatas mata kaki, walaupun dia tidak bertujuan sombong! dan di dalam hadits ini pun terdapat bantahan terhadap orang-orang yang melakukan isbal dengan sangkaan bahwa mereka tidak melakukannya karena sombong! tidaklah mereka meninggalkan hal ini demi mencontoh perintah rasul terhadap ibnu umar?? ataukah mereka merasa hatinya lebih suci dari ibnu 'Umar??!"

 

Demikian sebagian dari dosa-dosa yang sering dianggap remeh. semoga kita termasuk orang yang dijauhkan dari dosa dan kuat untuk meninggalkan selamanya.

 

sumber : buku majalah Al-Furqon (edisi 11 tahun ke-16)

 

Bagikan :