ANTARA AYYUB DAN SUNNAH NABI
Easystem   31 Juli 2018   Dibaca 1005 kali  

   Dari Hammdah bin Zaid, ia berkata, " Menurutku, Ayyub adalah orang yang paling afdhal dari semua orang yang paling afdhal dari semua orang yang palling afdhal dari semua orang yang aku pernah bermajelis dengannya, dan beliau adalah orang yang paling bersemangat dalam mencontoh dan mempraktikan sunnah Nabi.

   Dari Ibnu Uyainah, Ia berkata, " Ayyub pernah mengatakan, 'sungguh bila sampai berita kepadaku aka meninggalnya seorang Ahlus Sunnah maka Seakan - akan telah terpotong salah satu anggota badan dari tubuhknu."

   Dari Hammad bin Salamah , ia berkata, "ayub pernah berkata , Barangsiapa yang cinta Abu Baka sungguh ia telah menerangi jalanya, barangsiapa yang cinta Utman, sungguh ia telah mengambil penerangan dari cahaya Allah, dan barangsiapa yang cinta Ali, Sungguh ia telah berpegangan dengan tali yang kuat, dan barangsiapa yang berkata prihal kebaikan pada diri para sahabat Rasulullah , maka sungguh ia telah berlepas diri dari kemunafikan.'

   Berkata Sa'id bin Amir ad-Dzab'i dari sallam bin Abi Muthi,' ia berkata, "Suatu hari Ayyub melihat seorang dari ahlul ahwa (pengekor hawa nafsu), lalu belliau berkomentar, 'Sungguh aku melihat rona kehinaan tersirat di wajahnya.'

Lalu beliau membaca ayat:

 

سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ

Kelak akan menimpa mereka  kemurkaan dari Rabb mereka dan kehinaan.(QS. al - A'raf[7]:152)

     Lalu beliau mengatakan, 'Itulah balasan bagi setiap orang yang mendustakan, mereka para ahlul ahwa (pengekor hawa nafsu) dinamkan juga Khawaij, mereka berselisih dalam nama namun bersepakat dalam mengangkat senjata untuk memerangi kaum muslimin.

Dari Hisyam bin Hassan dari Ayyub as-sahtiyani, ia berkata, " Tidaklah para pelaku bid'ah tetkala menambah kesungguhannya, melainkan ia semakin menambah jauh dari Allah

Demikianlah  sikap seorang Muslim Sunni terhadap kebid'ahan, karena sunnah dan bid'ah tidak akan pernah bersatu, masing - masing akan mengalahkan lawanya, bila seorang tidak meyibukkan diri dalam perkara sunnah maka ia akan terjerumus dalam perkara bid'ah ,maka tindakan menghindar dan lari dari kebid'ahan adalah tindakan preventif yang terbaik hingga ia selamat dari virus berbahaya tersebut, dan segala sarana dalam kebidhan hendaklah harus segera dihindarkan dari bertemu dengan ali bi'dah, berbicara dengan mereka, atau mendengar ucapan - ucapan mereka.

 

Sumber : ( 125 Edisi 11 Th.Ke 11 Jumanda Akhir 1433 [ Apr - Mei' 12])

 

Bagikan :