BOLEHKAH MEMBACA SURAT AS-SAJDAH DIRUTINKAN?
Easystem   22 Oktober 2016 | update 25 Oktober 2016   Dibaca 149 kali  

Pertanyaan.

Assalamu'alaikum. Terkait pembacaan surat as-Sajdah pada rakaat pertama shalat Shubuh di hari Jum'at oleh Rasûl Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah makna dari al-Qur'an Surat as-Sajdah tersebut sehingga rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya di rakaat pertama shalat Shubuh atau karena sujud tilâwahnya? Sehingga banyak imam yang membaca surat yang ada sujud tilâwahnya selain surat as-Sajdah pada rakaat pertama Shubuh?

Apakah boleh membaca surat as-Sajdah tersebut dirutinkan pada tiap shalat Shubuh hari Jum'at? Syukran wa Jazâkallahu khairon.

Jawaban.

Wa'alaikumussalâm

Membaca surat as-Sajdah di rakaat pertama dan surat al-Insân di rakaat kedua dalam shalat Shubuh pada hari Jumat adalah sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الجُمُعَةِ فِي صَلاَةِ الفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ

Dalam shalat Fajar (Shubuh) di hari Jumat, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat as-Sajdah dan Surat al-Insan." [HR Al-Bukhâri  no. 891 dan Muslim no. 879]

Bahkan Beliau mudâwamah (sangat sering) dalam menjalankan sunnah ini. Dalam riwayat ath-Thabrani di al-Mu'jam ash-Shaghîr, no. 986 disebutkan:

كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ يُدِيمُ ذَلِكَ

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jumat surat as-Sajdah dan Surat al-Insan, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali begitu.

Hikmahnya sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, baik di masa lalu dan di masa datang, misalnya penciptaan Nabi Adam Alaihissallanm, terjadinya kiamat dan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya.[1]

Pembacaan dua surat ini di pagi hari Jumat adalah sebagai tadzkîr, sebagai pengingat umat akan apa yang telah dan akan terjadi pada hari Jum'at. Inilah maksud utamanya. Sujud tilâwahnya bukan pokok dan utama, tapi sujud itu dilakukan karena ada ayat  sajdah di rekaat pertama.

Oleh karena itu, jika ada imam yang sengaja membaca surat lain demi bisa sujud tilâwah, maka hal itu adalah perbuatan salah dan makrûh. Jika ingin meneladani sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , hendaknya membaca kedua surat ini dengan lengkap setiap shalat Shubuh pada hari Jumat. Namun sebaiknya jangan selamanya begitu terus, agar tidak dikira wajib oleh orang awam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XIX/1436H/2015. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] Majmû' Fatâwâ, 24/206.



 

Bagikan :