menggapai lailatul qodr
Easystem   22 September 2018   Dibaca 947 kali  

lailatul qodr, itulah sebutan bagi malam yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana yang telah tercantum dalam kitabullah, al-qur'an. malam yang mulia ini terdapat dalam bulan yang mulia lagi penuh dengan berkah, bulan yang sangat banyak dirindukan kehadiranya oleh seluruh kaum muslimin. kita semua tentu sudah mengetahui bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan ramadhan. karena begitu agung dan mulianya malam tersebut, kami akan berusaha untuk membahas tentagnya dengan harapan semoga kita semua mendapati malam tersebut dan makin giat lagi dalam beribadah kepada allah, sebab memang demikianlah tujuan allah menciptakan kita yaitu untuk beribadah dan mengabdi kepadanya.

makna lailatul qodr

lailatul qodr tersusun dari dua kata yaitu lailatun yang berarti malam dan al-qodr yang berarti kemuliaan atau penetapan. jadi, arti lailatul qodr adalah malam kemuliaan atau malam penetapan. dikatakan malam kemuliaan lantaran ia terpilih sebagai malam turunya al-qur'an dan turunnya para malaikat dengan membawa berkah atau kesejahteraan. dan dikatakan malam penetapan lantaran ia merupakan malam penetapan dan pengaturan allah bagi makhluk nya selama setahun.

keutamaan lailatul qodr

lailatul qodr merupakan malam yang paling baik dan paling utama dibulan ramadhan. ia memiliki banyak sekali keutamaan dan keistimewaan, diantaranya:

  1. allah menurunkan pada malam tersebut kitab suci al-qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan kunci kebahagian mereka di dunia dan di akhirat.
  2. allah mengagungngkannya dengan bentuk pertanyaan "dan tahukah kamu apa lailatul qodr itu?"
  3. malam itu lebih baik daripada seribu bulan.
  4. para malaikat turun pada malam tersebut dengan membawa kebaikan, rahmat, dan barokah.
  5. malam itu disebut "salam" (malam kesejahteraan) karena banyak hamba allah yang selamat dari siksaan disebabkan ketaatannya kepada allah.
  6. allah menurunkan tentang keutamaan lailatul qodr dalam sebuah surat al-qur'an yang akan dibaca sepanjang masa hingga hari kiamat tiba.
  7. qiyamul lail pada malam itu dapat menjai pelebur dosa yang telah lalu.
  8. do'a pada malam itu mustajab (terkabulkan).

waktu lailatul qodr

lailatul qodr itu jatuh pada setiap bulan ramadhan karena allah telah mengabarkan bahwa al-qur'an diturunkan pada malam lailatul qodr, sedangkan dalam surat al-baqoroh [2]:185 allah menyatakan bahwa al-qur'an turun di bulan ramadhan. kemudian ada sebuah hadist yang bersumber dari ummul mukminin aisyah yang menyatakan bahwa lailatul qodr itu ada pada 10 hari terakhir dari bulan ramadhan.

oleh karena itu, hendaknya kita lebih giat dan bersemangat dalam 10 hari terakhir tersebut dengan memperbanyak amal ibadah dan ketaatan seperti sholat tarawih, membaca al-qur'an, shodaqoh, dzikir, berdo'a, dan sebagainya. jangan sampaikita lalai dan sibuk dengan persiapan pakaian baru, kue hari raya, dan hiasan rumah.

tanda-tanda lailatul qodr

telah dijelaskan dalam beberapa hadits yang shohih tentang tanda-tanda malam lailatul qodr, diantaranya:

1. bulan tampak separuh bulatan

abu hurairah berkata: "kami pernah berdiskusi tenntang lailatul qodr disisi rasulullah lalu beliau bersabda: 'siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala muncul, yang berukuran separuh nampan (piring).'" (HR. Muslim: 1170)

2. udara dan suasana pagi yang tenang

abnu abbas berkata: "rasulullah:'lailatul qodr adalah malam yang tenang dan tenteram, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, esok paginya ang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.'" (HR. ath-Thoyalisi: 349, ibnu khuzaimah 3/331, dan al-bazzar 1/486, dengan sanad hasan)

3. cahaya matahari lemah, cerah, tak bersinar kuat keesokanya

namun, wahai saudaraku, tanda tetaplah tanda dan tidak diisyaratkan bagi kita untuk melihat atau mengetahuinya secara langsung sebagaimana diisyaratkan dalam sebuah hadits yang shohih: "barang siapa yang sholat pada malam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan harapan (pahala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhori: 2014, muslim: 760) hadits ini bersifat umum, baik bagi yang mengetahui tandanya atau pun tidak.

oleh karena itu, janganlah engkau sibukkan dirimu dalam 10 hari terakhir tersebut dengan mencari dan menyelidiki keberadaan lailatul qodr serta mengintai tanda-tandanya sehingga engkau lalai dalam beribadah atau lalai dalam beribadah atau lalai untuk berbuat ketaatan pada malam itu. betapa banyak orang yang sholat, kita lihat di antara mereka lupa membaca al-qur'an, dzikir, dan lupa mencari ilmu karena urusan ini sungguh itu merupakan suatu kesalahan yang hampir tidak ada yang bisa selamat darinya kecuali yang dipelihara oleh allah.

hikmah dirahasiakannya lailatul qodr

kejadian lailatul qodr dalam setiap bulan ramadhan tidaklah dapat dipastikan waktu atau tanggalnya. yang jelas adalah bahwa ia ada dalam salah satu malam diantara 10 hari terakhir bulan ramadhan. ia tidak dapat dikhususkan satu malam saja pada setiap tahunnya. mungkin tahun ini terjadi pada malam 27 sedang tahun berikutnya pada malam 25 sesuai dengan kehendak allah.

syaikh muhammad bin sholih al-utsaimin berkata: "allah menyembunyikan lailatul qodr dari hambanya karena adanya dua hikmah yang sangat agung:

  1. agar makin jelas orang yang semangat untuk mencarinya pada setiap malam demi mendapatkannya. sebab, apabila lailatul qodr sudah diketahui waktunya maka pasti orang-orang tidak akan semangat beribadah kecuali pada malam itu saja.
  2. agar orang-orang dapat memperbanyak amal sholih guna mendekatkan diri kepada robb mereka dan mereka memperoleh manfaat dari amalannya itu." (majmu' fatawa wa rsa'il asy-syaikh al-utsaimin no. 816)

penutup

demikianlah, wahai saudaraku, pembahasan seputar menggapai lailatul qodr yang dapat kami suguhkan pada edisi kali ini. mudah-mudahan suguhan ini bermanfaat bagimu dan kaum muslimin seluruhnya yang selalu mendambakan kebenaran dan kebaikan. kami berharap semoga kita semua dapat memetik anugerah melimpah didalam bulan yang penuh berkah ini berupa pahala tanpa batas dan ampunan dosa. juga, semoga allah mempertemukan kita dengan malam lailatul qodr dalam naungan iman dan taqwa serta ittiba (mengikuti) sunnah rasulullah.

 

 

 

 

 

sumber: buletin al-furqon tahun ke 4 vol 5 no 2

 

Bagikan :