Ghuluw Terhadap Orang Shalih
Easystem   19 September 2018   Dibaca 115 kali  

         Sesungguhnya Sya'riat Islam telah menetapkan bahwasanya setiap muslim hendaklah mencintai dan menyayangi saudaranya sesama muslim.Hal ini dapat kita lihat didalam banyak firman Allah SWT dan sabda rosul-Nya,Muhammada SAW.lebih-lebih lagi apabila saudara kita tersebut adalah seorang yang sholih dan alim (ahli dalam ilmu agama),Sudah barang tentu kita harus memuliakan,mencintai,dan menghormatinya.Namun sangat disayangkan dan semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada mereka semua dalam praktik yang kita jumpai,seringkali perlakuan ini melampaui batas,meleset dan keluar dari jalur yang telah ditetapkan.Cinta,penghormatan,dan pengagungan yang mereka berikan terlalu berlebihan sehingga mereka pun jatuh terjerembab ke dalalm kubangan kestirikan dan minimalnya kebid'ahan.inilah yang biasa dikenal dalam istilah syariat dengan sebutan "ghuluw".oleh karena itu,perkara ini perlu ditegaskan dan dijelaskan dengan baik sebagai pengingat dan nasihat kepada segenap saudara-saudaraku kaum muslimin sekaligus sebagai wujud cinta dan kasih sayang penulis terhadap sesama dalam rangka ta'awun (tolong-menolong)dalam kebaikan dan taqwa.semoga bermanfaat.

 

Pengertian "Ghuluw"

        "Ghuluw" adalah sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas,baik dalam keyakinan,ucapan,maupun amalan.Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani berkata :"Ghuluw adalah berlebihan-lebihan dalam sesuatu dan menyangatkan sesuatu melebihi batas kewajaran."(Fathul Bari:13/341).

         Syaikh Abdurrohman bin Hasan Alu-Syaikh juga mengatakan:"Ghuluw adalah berlebih-lebihan dalam pengagungan,baik berupa ucapan atau atau keyakinan."(Fat'hul Majid Syarh Kitab at-Tauhid:1/371).

Kapan Sikap "Ghuluw" mulai muncul?

           Ketahuilah wahai saudaraku,sesungguhnya sikap ghuluw(berlebih-lebihan)ini sebenarnya sudah muncul berabad-abad yang lalu.Tepatnya pada zaman Nabi Nuh AS,ketika umatnya membuat patung-patung orang sholeh,yaitu wadd,suwa,Yaghuts,dan Nasr untuk mengenang jasa mereka.Namun generasi penerus mereka tidak mengetahui maksud pendahulunya,sehingga patung-patung tersebut dipertuhankan.Perilaku ini terus berlanjut,dilakukan pula oleh orang-orang Nasrani dan yahudi .Yahudi menuhankan Uzair dan orang-orang Nasrani menuhankan Isa bin Maryam,padahal mereka berdua adalah manusia biasa.Kaum muslimin pun melakukan perbuatan yang sama,lantaran mengikuti orang-orang yahudi  dan Nasrani.Rosulullah bersabda (artinya):"Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta,hingga mereka masuk kedalam lubang biawak pun kalian akan mengikuti mereka."Kami (para Sahabat) bertanya:"Wahai Rosulullah,apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?"beliau menjawab:"Siapa lagi kalau bukan mereka?".(HR.Bukhori:7320,muslim:2669).

Dalil tentang larangan "Ghuluw"

        Setiap orang yang mau menelaah Al-Qur'an dan as-Sunnah akan mendapati bahwa sikap ghuluw(berlebih-lebihan)ini adalah suatu perkara yang terlarang dan diharamkan oleh syariat islam.Islam sebagai agama yang sempurna telah memerintahkan dan mengajak umat islam untuk selalu istiqomah(tetap) berjalan diatas jalan yang lurus sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rosulnya SAW,bukan jalannya orang yang melampaui batas ,sesat dan dimusuhi oleh Allah SWT.Allah SWT berfirman (artinya):"maka tetaplah kamu pada jalan yang benar (lurus),sebagaimana diperintahkan kepada mu dan (juga) orang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.sesungguhnya Dia maha melihat apa yang kamu kerjakan.(QS.Hud[1]:112)

Dalam ayat lain Allah Ta'ala berfirman artiya:

......itulah huum-hukum Allah maka janganlah kamu melanggarnya.barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zholim."(QS.Al-Baqoroh[2]:229)

Adapun dalil tentang larangan sikap Ghuluw adalah sebagai berikut :

 

1.  Allah SWT berfirman(artinya) :

     Katakanlah:"Hai ahli kitab,janganlah kamu berlebih-lebihan(melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu.Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-        orang yang telah sesat dahulunya(sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia),dan mereka tersesat dari jalan yang lurus."(QS.al-Maidah[5]:77)

Ayat ini sekalipun ditujukan kepada orang-orang yahudi dan Nasrani,tetapi maknanya menyeluruh,mencakpu seluruh umat sebagai peringatan keras terhadap mereka agar tidak melakukan seperti perbuatan orang-orang nasrani terhadap Isa AS dan perbuatan orang yahudi terhadap Uzair.(Lihat Fat'hul Majid :260, Fathul Bari:13/341)

2.  Rosulullah SAW bersabda (artinya) :

    "Wahai manusia,waspadalah kalian terhadap sikap ghuluw dalam beragama,sebab yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah  sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama."(HR.Ibnu Majah :3209,Nasa-i:3059,Ahmad :1/215,347.Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih sunan an-Nasa-i:2/356).

3.  Beliau SAW juga bersabda (artinya) :

     "Binasalah orang-orang yang membebani dirinya (melampaui batas dari ketentuan)."Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali.(HR.Bukhari :4823, Muslim:1670) Al-Imam an-Nawawi berkata :"Maknanya adalah (binasalah) orang-orang yang berdalam,berlebih-lebihan,dan melampaui batas di dalam ucapan dan perbuatan-perbuatan mereka."(Syarh Shohih Muslim :16/220)

 

Wujud Sikap "Ghuluw" Terhadap Orang Sholih

1.  Berpergian ziarah kubur            Yakni berpergian/berwisata ke berbagai daerah mencari kuburan untuk di ziarahi dan berdo'a di sisi kubur orang yang dianggap sholih atau wali tersebut karena menyakini Bahwa Hal itu Lebih berkah dan Lebih Mustajab (cepat terkabul).
            Ini jelas keliru dan menyelisihi sya'riat serta merupakan bentuk ghuluw yang sangat nyata.Rosulullah SAW dan para sahabatnya RA dalam sepanjang sejarah kehdupan mereka tidak pernah melakukan hal tersebut padahal kita semua telah mengetahui bahwa beliau SAW adalah suri tauladan bagi kita dan para sahabatnya pun merupakan generasi terbaik umat ini sebagaimana yang pernah bersabda (artinya) :"Tidak diperbolehkan berpergian (untuk ibadah) melainkan menuju tiga masjid:masjidil Haram,Masjidku ini(masjid Nabawi), dan masjid Al-Aqso."(HR.Bukhari:1731)

       Disamping itu,apabila tujuan dari berpergian ziarah kubur tersebut adalah untuk mengingatkan kematian,melembutkan hati,dan sebagai peringatan,maka cukuplah                dengan kuburan yang ada di daerah masing-masing,tidak perlu berkeliling mencari kuburan.Inilah bentuk Ziarah kubur yang disyariatkan oleh Islam.

2Membagun masjid di Kuburan

     Ini juga termasuk perbuatan Ghuluw.Rosulullah SAW bersabda (artinya) :"Alloh melakanat orang-orang yahudi dan nasrani karena mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid."Aisyah RA berkata :"kalau bukan karena hal itu niscaya kubur beliau SAW akan ditampakkan,hanya saja beliau takut atau ditakutkan kuburannya akan dijadikan masjid."(HR.Bukhori:435)

     Syaikh al-Albani (Tahdzirus-Sajid: 33) menjelaskan bahwa makna "menjadikan kubur sebagai masjid"itu ada tiga :

       a.   Sholat diatas Kubur,yaitu sujud diatasnya

       b.   Sujud menghadap Kubur,baik dengan melakukan sholat atau berdo'a

       c.    Membangun masjid diatas kubur dan sholat di dalamnya.

3.  Memuji secara berlebihan

     Rosulullah SAW bersabda (artinya): "janganlah kalian memuji-muji aku seperti orang-orang Nasrani Memuji-muji Isa Putra Maryam.Aku ini Hanyalah seorang hamba,maka katakanlah hamba Alloh dan rosul-Nya."(HR.Bukhori :3445)

     Syaikh Muhammad bin Sholih  al-Utsaimin mengatakan :"Rosulullah SAW melarang ithro'(berlebih dalam memuji)karena ithro' dan ghuluw akan menyeret kepada peribadatan (kepada selain Alloh) sebagaimana kenyataan sekarang ini."(al-qoulul Mufid:1/377)

     Dahulu ketika ada seorang budak yang mendendangkan syair :"Di tengah kita ada nabi yang mengetahui apa yang akan terjadi besok",serta-merta beliau mengatakan :" Tinggalkanlah kata-kata itu,dan ucapkan perkataan yang kalian ucapkan sebelumnya."(HRBukhari:5147)

4.  Membangun Kuburan dengan di cat,ditulisi,diberi kubah,dan sebagainya

     Dari Jabir RA,dia berkata :"Nabi SAW melarang mengecat kubur,menulisi,membangun,dan mendudukinya." (HR.Tirmidzi :1052. Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih sunan at-Tirmidzi :1/536)

    Dan masih banyak lagi bentuk sikap ghuluw yang lain,seperti menjadikan orang-orang sholih yang telah meninggal dunia sebagai wasilah (perantara) kepada Allah SWT,ngalap (mencari) berkah dan lain-lain.

    Wahai Saudaraku,demikianlah pembahasan kita kali ini.Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan tambahan ilmu kepada kita yang dengan nya kita dapat membedakan antara yang haq dan yang batil. Wallahu A'lam.

 

 

Sumber   :   Buletin  Al-Furqon Th. ke-2 Vol.12 No.1

    

 

 

 

 

 
Tags :
12

Bagikan :