Petunjuk Islam Bagi Para Pengemudi
Easystem   04 September 2018   Dibaca 155 kali  

     Islam sebagai agama yang komplet dan sempurna tidak menyiksakan suatu permasalahan pun kecuali menjelaskannya secara gamblang. Para ulama  kita juga telah menjelaskannya secara gambalang. Para ulama kita juga telah menjelaskan aturan - aturan dan rambu - rambu dalam mengemudi secara detail sebagaimana tertera dalam kitab - kitab mereka, sehingga mereka menegaskan sebuah kaidah umum dalam masalah ini:

      "Menggunaka hak jalan disyaratkan dengan keselamatan/tidak membahayakan orang lain."

     Jalan adaalah milik umum, maka pengemudi kendaraan harus ingat bahwa tatkala dia mengunakan jalan, dia menggunakan hak milik umum bukan hak pribadinya sendiri yang otomatis berarti harus memperhatikan kemaslahatan bersama.

    Penelitian membuktikan bahwa kebanyakan kasus kecelakaan itu terjadi disebabkan karena tidak mengindahkan aturan - aturan Islam dan rambu - rambu lalu lintas yang dibuat pemeerintah. Oleh karena itu, demi mewujudkan tujuan keselamatan tersebut, maka hendaknya bagi para pengemudi untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Mengecek kelayakan alat transportasi

     Pengemudi hedaknya mengecek terlebih dahlu kendaraan yang akan di gunakan, apakah layak digunakan atauhkah tidak. Para ulama dahulu menegaskan bahwa hendaknya mengecek hewan yang akan ditunggangi, apakah liar dan suka mengamuk atau tidak juga,  mengecek  tali kekangnya untuk mengontrol kendali.

    Demikian juga dengan kendaraan mobil dan sejenisnya, hendaknya pengemudi mengecek terlebih dahullu sebelum menggunakannya: mengecek mesin , lampu, rem,spion,ban, klakson, dan sebagainya dari hal - hal yang dapat menujang keselamatannya. Dalil tentang hal ini adalah firman Allah :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ

  Dan jangalah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (Qs.al-Baqarah [2]:195)

Juga sabda Nabi Muhamad

   "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain."

  Dan tidak diragukan lagi bahwa mengendarai kendaraan yang tidak layak berarti menjerumuskan diri kepada kebinasaan dan bahaya, maka terlarang hukumya.

  1. Memenuhi syarat - syarat pengemudi

  Kalau dia pengemudi mobil dan sejenisnya maka dia harus baligh, berakal, dan mampu menyopir dengan baik dan memiliki SIM. jika tidak demikian maka tidak boleh menyopir, sebab anak - anak, orang gila, mabuk , mengantuk, tidur, atau belum bisa menyopir sangat berbahaya jika mereka mengemudi.

   Fakta juga membuktikan demikian. Betapa banyak nyawa melayang karena ulah sopir - sopir yang tidak lulus sensor seperti masih anak - anak, mabuk, tidur atau belum ahli menyopir. maka wajib untuk melarang mereka guna menjaga nyawa dan harta. Rasulullah bersabda : 

 "Sesungguhnya darah - darah kalian, harta - harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian seperti haramnya hari ini, bulan ini, dan negeri ini."

  1. Tidak terlalu ngebut

   Islam telah mengatur cara berjalan yang baik. Allah berfirman:

وَلاَتَمشِ فِي الأَرضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُختَالٍ فَخُورٍ () وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang sombong lagi membagakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan (Qs. Luqman[31]: 18-19)

   Bila kita cermati ayat - ayat di atas, niscaya akan kita dapati larangan Allah untuk berjalan dan mengemudi dengan kesombongan serta anjuran untuk berjalan dengan tenang dan sedang. Demikian juga Nabi Muhamad pernah berpesan ketika sepulang dari Arafah menuju Muzadalifh, Lalu mendengar kegaduhan dan desak- desak bahkan aksi saling pukul, maka beliau mengisyaratkan dengan pecutnya dan berteriak kepada para sahabat:

"Wahai sekalian manusia, hendaknya kalian pelan -pelan dan tenang."(HR. Bukhari 3/523)

    Hal ini lebih ditekankan lagi di jalan ramai, rawan kecelakaan, tikungan tajam atau musim hujan dan sebagainya yang sejenis dengannya. Maka kebiasaan ngebut yang melampaui batas adalah suatu hal yang terlarang dalam Islam. Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: "Orang yang melanggar aturan lalu lintas dan ngebut di jalan tidak diragukan lagi bahwa dia telah melakukan tindakan yang menyebabkan kematiannya, berbuat zalim, dan melakukan kejahatan sehingga orang tersebut selayaknya mendapatkan hukuman dari pihak yang berwajib. Wajib hukumnya bagi para pengemudi baik sopir mobil pribadi ataupun sopir taksi untuk menaati peraturan lalu lintas dan tidak ngebut sehingga terhindar dari hal yang membahayakan. Semua pengendara tidak boleh ngebut yang melampaui batas, tidak boleh juga melanggar lampu meah. Itu semua adalah tindakan berbahaya, menganiyaya diri sendiri dan orang lain."

  1. Menaati peraturan lalu lintas

    Setiap pengguna jalan baik pejalan kaki dan pengendara hendaklah mematuhi peraturan - peraturan lalu lintas yang dibuat oleh pemerintah guna keselamatan dan kemaslahatan bersama, dan Allah telah mewajibkan kita untuk taat kepada pemimpin pada perkara - perkara yang bukan maksiat kepada Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.(Qs.an-Nisa'[4]:59)

   Apalagi aturan - aturan tersebut sangat banyak manfaatnya seperti terwujudya kemaslahatan bersama, hilangnya kekacauan, mencegah terjadinya kecelakaan dan hilangnya nyawa, yang semua itu termasuk dalam bagian tujuan mulia yang diaminkan oleh syrai'at Islam yang mulia ini. Maka tidak boleh melanggar aturan - aturan pemerintah seperti lampu lalu lintas, kewajiban memakai helm, memiliki SIM dan STNK, sabuk pengaman, dan lain - lain. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: "Perintah pemerintah terbagi menjadi tiga macam:

  1. Perintah yang sesuai dengan perintah Allah seperti shalat fardhu, maka wajib menaatiya.
  2. Perintah yang maksiat kepada Allah seperti cukur jenggot,maka tidak boleh menaatinya.
  3. Perintah yang bukan perintah Allah dan bukan juga maksiat kepada Allah Seperti undang - udang lalu lintas, undang - undang pernikahan, dan sebagainya yang tidak bertentangan dengan syrai'at, maka wajib ditaati juga, bila tidak menaatinya maka dia berdosa dan berhak mendapatkan hukuman setimpal.

Adapun anggapan bahwa tidak ada ketaatan ke pada pemimpin, kecuali apabila sesuai dengan perintah Allah saja, sedangkan peraturan - peraturan yang tidak ada dalam perintah syar'iat maka tidak wajib menaatinya, maka ini adalah pemikiran yang betul dan bertentangan dengan al -Qura'an dan Sunnah ."

Beliau mencontohkan :

    "Sebagai contoh pemerintah membuat peraturan lalu lintas yang bukan maksiat, seperti aturan jalan di sebelah kiri atau kanan, lampu merah tanda berhenti, dan sejenisnya, maka peraturaan seperti ini wajib ditaati dan tidak boleh di langgar dengan ini wajib ditaati dan tidak boleh dilanggar dengan alasan ' Allah tidaklah memerintahkan kita demikian,' bahkan ini harus ditaati sebab ini adalah aturan pemerintah yang wajib ditaati, jika dilanggar maka kita berdosa dan maksiat."

 

Lajnah Daimah (lembaga fatwa di Arab Saudi) mengatakan:

  "peraturan lalu lintas dibuat untuk mewujudkan kemaslahatan yang besar bagi kaum muslimin oleh karena itu wajib hukumnya bagi para pengendara untuk mematuhhi aturan - aturan tersebuut. dengan mematuhi peraturan lalu lintas, kemaslahatan untuk banyak orang akan terwujud. Pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas menyebabkannya terjadinya berbagai kecelakaan lalu lintas dan menggangu pengguna jalan yang lain serta menimbulkan dan berbagai keburukan."

  1. Tidak mengangkut barang lebih dari kapasitas kendaraan

    Hal ini perlu diperhatikan sebab bila isi muatan melebihi kapasitas kendaraan maka akan mengakibatkan kerusakan kendaraan baik bannya akan pecah ataupun mesinnya rusak sehingga menjadikan kendaraan mengguling dan berbahaya.

     Para ahli fiqih menyebutkan bahwa orang yang mengangkut barang dikapal lebih dari batas yang ditentukan lalu kapal tersebut tengelam maka dia harus bertanggung jawab dari kecelakaan tersebut. Maka demikian juga dengan mobil truk, pesawat, dan kecelakaan maka dia harus bertangggung jawab atas kecelakaan tersebut.

     Hendaknya juga bagi pengemudi yang membawa barang - barang banyak seperti truk - truk untuk mengikatnya dengan kuat sehingga tidak jatuh menimpa kepada kendaraan atau pengguna jalan lainnya.

    Demikianlah beberapa aturan lalu lintas dalam tinjauan Islam yang perlu diperhatikan oleh para pengemudi kendaraan, sebagaimana juga di sana ada aturan - aturan yang perlu di perhatikan oleh pejalan kaki seperti hati -hati, jalan di tempat yang khusus untuk perjalan kaki, mencegah anak - anak main di jalan raya, memperhatikan barng bawaan, dan memperhatikan petunjuk lalu lintas tentang naik dan turunya penumpang.

 

 

Bagikan :