Wasiat Rasulullah Kepada sahabat muadz ibn jabal
Easystem   03 September 2018   Dibaca 809 kali  

pertama: wasiat untuk orang berilimu berhubungan denga hak allah, beliau bersabda: "bertakwalah kepada allah di mana pun engkau berada", hendaknya mereka menjadi contoh kepada orang awam dalam hal beribadah dan bertaqwa kepada allah.

makna taqwa sudah dijelaskan diatas, perlu di megerti dan diamalkan. perintah agar bertaqwa kepada allah bukan hanya di masjid saat kita mengerjakan sholat berjama'ah, melainkan dimana saja berada dan kapan saja waktunya, karena beliau berkata kita harus bertaqwa kepada allah ketika di mesjid, di kantor, di pasar, ketika ditunggu oleh majikan, ketika berdakwah, ketika mengajar, ketika sendirian, ketika bersama keluarga, ketika bersama musuh, ketika disaksikan orang, ketika di puji orang dan ketika di cela manusia, kita harus merasa diawasi oleh allah pada saat bangun dari tidur hingga tidur kembali. jika wasiat ini kita amalkan, tentu kita akan istiqamahdan tidak mungkin kita akan berbuat jahat.

ketika seorang bersendirian, menyepi tanpa ada yang mengetahui, maka hal itu akan mendorongnya untuk lebih mudah bermaksiat. kecuali ia sadar betul bahwa allah senantiasa mengawasinya, dan rasa takutnya menjadi lebih besar sehingga ia tidak berani melakukan kemaksiatan.

kedua: wasiat orag yang berilmu berhubungan dengan hak dirinya, beliau bersabda: "iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan (keburukan)."

Hendaknyah orang yang berimu menjauhi dosa yang besar atau kecil, karena tidak ada jaminan bahwa orang yang berilmu bersi dari dosa, dan dosa yang dilakukan oleh orang yang berilmu lebih berbahaya daripada orang awam, orang berilmu hendaknya istiqfar, bertaubat, dan menutup dosanya dengan memperpadat/memperbanyakkan amal shalih yang wajib dan sunnah.

jangan jadi orang sufi, ketika berbuat kejahatan atau meninggalkan yang wajib, dia merasa sudah menjadi wali, sudah bersih dari dosa dan bebas dari perintah allah dan rasul-Nya, ini adalah kelompok yang tersesat tidaklah yang menjadi panutannya melainkaan hawa nafsu setannya.

Hadist diatas juga menjelaskan perintah untuk bersegera melakukan kebaikan tatkala terjerumus dalam keburukan. tidak seperti anggpan sebagian orang, jika sudah terciprat maka tercebursekalian saja biar basah. hal ini adalah anggapan yang sangat keliru. bahkan hadist yang mulia ini menjelaskan perintah untuk segera bertaubat. karena taubat adalah bagian dari amal shalih yang palig mulia dan harus disegerakan.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS an-Nur [24]:31)

hadist di atas juga menerangkan bahwa perbuatan baik yang dilakukan, akan menghapuskan dosa. tentu dosa yang terhapus hanyalah dosa kecil, karena dosa besar hanya terhapus jika pelakunya  benar-benar telah bertaubat, demikian juga dosa yang behubungan dengan sesama manusia hendaknya membebaskan urusannya.

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.htmlv

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

Shalat lima waktu, Jum'at satu ke yang lain, Ramadhan ke Ramadhan adalah kafaroh (penghapus dosa) bagi seseorang, apabila dia menjauhi dosa-dosa besar“. (HR Muslim No. 233)

maka jelaslah dengan keterangan hadist ini bahwa yang dihapus hanyalah dosa kecil saja. oleh karena itu, ketika seorang muslim terjerumus dalam dosa dan maksiat, maka wajib baginya untuk bersegera bertaubat dan melakukan amal shalih. 

hendaknya menyibukkan diri dengan amal shalih bisa melebur dosa. allah berfirman:

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (QS ar-Ra'du [13]:22)
ketiga: wasiat buat orang berilmu berhubungan dengan hak orang lain; Rasulullah bersabda: "dan pergaulilah manusia dengan akhlak yaang mulia." wasiat ini menunjukkan orang yang berilmu termasuk asatidz (para ustadz), para da'i, atau para khatib hendaknya memiliki akhlak karimah. bukankah rasulullah sebagai utusan allah disifatkan oleh allah dengan sifat yang mulia. allah berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS al-Qalam [68]:4)
para da'i wajib berakhlak yang mulia, sehingga orang awam bukan hanya mendengarkan nasihatnya, melainkan juga menyaksikan amal ibadahnya, sehingga umat manusia merasa sejuk hati dan pandangannya ketika menyaksikan para guru, da'i yang berlaku lembut dan berperangai serta berakhlak yang menyejukkan hati; hendaknya menjauhkan dirinya dari akhlak yang jelek, tutur kata yang buruk, karena hal ini akan terkesan pula oleh orang awam, lebih-lebih muridnya. maaslah ini bisa kita saksikan tatkala pengajarnya kasar dan bengis, muridnya meniru juga, kecuali orang yang dirahmati oleh allah; berbeda dengan ustadz yang santun, ramah, belas kasihan akan ditiru pula oleh muridnya.
di antara akhlak orang yang berilmu sebelum orang awam memulainya, hendaknya orang yang berilmu menaruh kasih sayangnya kepada kaum muslimin, sekalipun mereka memiliki kekurangan atau bersalah. allah berfirman:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.(QS al-Fath [48]:29)
hendaknya orang yang berilmu memulai berbuat baik kepada orang yang menyakitinya. orang yang berilmj hendaknya menolong saudaranya ketika berbuat zhalim.
akhlak kaarimah bagian dari kesempurnaan iman seseorang. akhlak bukanlah terpisah dari aqidah, sebagaimana bualan orang yang jahil, dia berkata, "tidak mengapa akhlaknya buruk dan jahat yang penting aqidahnya baik." itu ucapan orang yang dikuasai oleh hawa nafsunya.
 
 
sumber: buku majalah al-furqon (edisi 3 tabun ke-17)

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum'at yang satu dan jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim no. 233)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1081-shalat-lima-waktu-dapat-melebur-dosa.html

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Di antara shalat lima waktu, di antara Jum'at yang satu dan Jum'at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar" (HR. Muslim no. 233).



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3776-shalat-lima-waktu-menggugurkan-dosa.html

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Di antara shalat lima waktu, di antara Jum'at yang satu dan Jum'at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar" (HR. Muslim no. 233).



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3776-shalat-lima-waktu-menggugurkan-dosa.html

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Di antara shalat lima waktu, di antara Jum'at yang satu dan Jum'at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar" (HR. Muslim no. 233).



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3776-shalat-lima-waktu-menggugurkan-dosa.html
 

Bagikan :