Apa yang harus dilakukan ketika suami sedang tidak ada di rumah?
Easystem   28 Agustus 2018   Dibaca 543 kali  

1. Manfaatkan waktumu

Ketahuilah, wahai wanita muslimah! waktu akan terus berjalan dan berganti, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. waktu hanyalah zaman yang singkat. ia akan pergi dan tak akan kembali.

al-imam al-hasan al-bashri berkata, "tidaklah berlalu sebuah hari bagi seorang anak adam kecuali hari itu akan berkata kepadanya, 'hai anak adam, aku adalah harimu yang baru, dan apa yang engkau kerjakan untukku akan menjadi saksi. apabila aku telah pergi, aku tak akan kembali lagi, kerjakan sesukamu dengan segera dan engkau akan menjumpainya di hadapanmu, dan akhirkanlah sesukamu maka ia tidak akan kembali kepadam.""

ketika suamimu sedang tidak ada dirumah, maka manfaatkanlah waktu dengan:

  • Membaca yang bermanfaat

yang paling utama untuk dibaca adalah kitabullah/al-qur'an. karena, al-qur'an adalah pendoman hidup seorang muslim. cukuplah untuk menunjukkan keutamaan membaca dan mempelajari al-qur'an.

  • Berdzikir kepada allah

perkara ini mudah dikerjakan oleh setiap orang. maka biasakanlah lisan mu basah dengan dzikir kepada allah, wahai saudariku wanita muslimah, apalagi ketika haid datang menghampirimu dan suamimu sedang tidak di rumah!

  • mendidik anak

dalam hal pendidikan anak, para istri mempunyai peranan penting karena mereka lebih banyak di rumah dan lebih sering bergaul dengan anak-anak. maka, ikhlaslah dalam mendidik buah hati kita, karena anak-anak adalah investasi orang tua yang yang paling bermanfaat!

2. menjaga kehomatan

menjaga kehormatan adalah pintu terbesar agar wanita masuk surga.

al-kafawi berkata, " 'iffah adalah menahan diri dari perkara yang tidak halal."

'iffah seorang wanita harus dijaga, jangan dipamerkan, diumbar untuk santapan orang banyak. berhati-hatilah, wahai para istri, ketika suamimu sedang tidk ada!

3. awas, jejaring sosial

masalah ini jika tidak diwaspadai oleh kaum wanita bisa menjadi perusak rumah tangga, betapa banyak kasus yang terjadi, berawal ketika suami tidak di rumah, sang istri berselancar di dunia maya, berkenalan dengan lawan jenis. bermula dari saling sapa sampai akhirnya terjadilah kemaksiatan, na'udzubillah min dzalik. waspadalah, wahai kaum wanita! waspadalah dari HP-mu ketika suami tidak di rumah! isilah waktu dengankegiatan yang bermanfaat!

4. tidak sering keluar rumah

syaikhul-islam ibnu taimiyyah mengatakan, "tidak halal bagi seorang istri untuk keluar rumah kecuali dengan izin suaminya. apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suami maka dia telah musyuz  (membangkang), telah bermaksiat kepada allah dan rasul-Nya, berhak mendapat hukuman."

5. jangan tabarruj!

allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (QS. al-Ahzab [33]:33)

Abdullah ibn mas'ud berkata, "sesungguhnya wanita adalah aurat. paling dekatnya wanita kepada allah adalah bila ia berada di dalam rumahnya."

Al-imam al-Qurthubi mengatakan, "makna ayat ini adalah perintah untuk tinggal dan menetap di dalam rumah. walaupun seruan pembicaraan ini untuk para istri nabi selain mereka tetap masuk dalam kandungan ayat ini secara makna."

Asy-syaikh 'Abdurrahman as-Sa'di berkata, "firman-Nya (yang artinya), 'Dan hendaklah kamu tetap di rumhmu'; yaitu menetaplah kamu di rumahmu, karena hal itu lebih selamat dan lebih menjaga diri kalian. dan firman-Nya (yang artinya), 'Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu'; yaitu janganlah kalian, wahai para wanita, sering keluar rumah, dengan berhias dan berdandan sebagaimana kebiasaan orang jahiliyyah dahulu, yang mereka tidak punya ilmu dan agama. semua ini demi membendung kejelekan dan sebab-sebabnya."

6. tidak mengizinkan laki-laki masuk kerumahnya

Rasulullah bersabda:

"ketahuilah, bahwa kalian memiliki hak atas istri-istri kalian dan istri-istri kalian juga memiliki hak atas kalian. hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan orang yang kalian benci untuk menginjakkan kaki di kamar kalian. dan tidak boleh juga mengizinkan orang yang kalian benci masuk rumah kalian."

7. tidak melembutkan suara

para wanita muslimah dilarang melembutkan suara dan menundukkannya ketika berbicara di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. karena, hal itu bisa menggoda sehingga dapat menimbulkan ketertarikan yang pada akhirnya bisa menghantarkan pada perbuatan keji, yaitu zina. allah menegaskan larangan ini dalam firman-Nya:

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS. al-Ahzab [33]:32)
8. tidak sibuk dengan urusan tak berguna bahkan haram
sebagian kaum wanita menyibukkan dirinya dengan perkara yang tidak berguna dan sia-sia. sebagai contoh kecil, ada sebagian wanita yang menghabiskan waktunya dengan banyak berbelanja dan selalu keliling toko fashion untuk mengikuti perkembangan mode pakaian terbaru. tentu perbuatan semacam ini bukan tindakan terpuji, karena akan melalaikan/menyia-yiakan waktunya, menghamburkan harta, dan lain-lain. cukuplah perhiasan dan baju sesuai dengan kebutuhan. contoh yang lain adalah kesibukan sebagian wanita yang sering ngerumpi/mengobrol tanpa arah yang jelas. lebih sering berkumpul dengan temannya untuk mengobrol  daripada mengurusi rumah tangga!! tinggalkan hal ini semua, wahai saudariku yang merindukan surga! jagalah dirimu ketika suami sedang tidak ada di rumah!

 

 

sumber : buku majalah al-furqon (edisi 3 tahun ke 17)

 

Bagikan :