Cara mengatasi kecanduan bermain game (online, dll) bagi anak & pelajar
eaSYstem   17 Juli 2018   Dibaca 363 kali  

  1. Penting membatasi waktu bermain game online ataupun lainnya, maksimal hanya 2 jam sehari (kalau bisa batasi hanya 1 jam dalam sehari). Hal ini untuk mencegah anak kecanduan.
  2. Pastikan anak sebelum bermain game, semua tugas sekolahnya sudah diselesaikan, karena setelah bermain game, biasanya anak akan kelelahan pikirannya.
  3. Buat sebuah peraturan bersama anak, bahwa jika ingin bermain game maka sebelumnya perlu melakukan aktivitas belajar dan kegiatan sosialisasi dengan teman-temannya.
  4. Expose anak ke aktifitas lain. Orang tua bisa mengarahkan anak untuk bergabung ke dalam suatu kegiatan positif, utamanya yang berkaitan dengan manfaat secara fisik dan kemampuan sosialisasi.
  5. Awasi aktivitas anak saat bermain game, pastikan agar jangan sampai meniru hal-hal buruk yang mungkin terdapat pada game yang dimainkannya.
  6. Pilih jenis permainan yang edukatif, yang juga sesuai dengan usia anak.
  7. Hindari meletakkan perangkat bermain video game di kamar anak, hendaknya diletakkan di ruang keluarga, sehingga orang tua tetap bisa mengawasi.
  8. Jika isi game menyimpang, pahamkan anak bahwa kehidupan nyata tidak seperti yang digambarkan dalam permainan game tersebut (yang dimainkannya).
  9. Ajak anak tamasya seperti ke pantai atau keluar kota, dimana anak nantinya menikmati alam bersama keluarga.
  10. Ajak anak melakukan kegiatan olahraga, hal ini membantu anak untuk melupakan game online. Anda bisa mengajak anak pergi ke taman untuk bermain sepak bola, basket, bulu tangkis, baseball, dll.
  11. Doronglah anak untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler sekolah, biasanya ada banyak jenis estrakurikuler sekolah, dorong anak agar menyukai salah satunya, hal ini membuat anak terlatih untuk bersosialisasi serta melatih fisiknya.
  12. Ajak meraka untuk ikut mengaji di masjid, seperti belajar membaca Al-Quran, melakukan sholat dan mendengarkan ceramah. Hal ini sangat penting untuk anak, selain untuk fisik dan mentalnya, juga menambah keimanan mereka kepada Allah, sehingga kelak tumbuh menjadi orang yang baik.
  13. Dorong dan dukung anak jika dirinya mulai ingin berhenti bermain game online, pastikan orang tua dekat dengan anaknya, sehingga anak dapat terbuka dalam mengungkapkan masalah-masalahnya.
  14. Dorong anak hingga akhirnya mau berbaurlah dengan orang lain, hal ini karena berinteraksi dengan orang lain sangatlah penting, tugas orang tua adalah  mencarikan teman-teman yang baik bagi anak.
  15. Orang tua perlu secara bertahap menjauhkan perangkat game dan aplikasi game dari jangkauan anak-anak. Jika bisa, sembunyikan perangkat game. Tetapi ingat, tindakan ini perlu dilakukan secara bertahap, agar anak tidak kaget dengan hal ini, sehingga lama kelamaan anak akan terbiasa, mungkin proses ini membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
  16. Jika memang orang tua tidak bisa menyembunyikan perangkat game dari anak-anak, maka setidaknya letakan perangkat game (komputer, lapop, tablet, dll) di ruang terbuka, seperti di ruang keluarga.  Sehingga orang tua bisa mengawasi anak dalam bermain game.
  17. Tidak perlu langsung melarang anak total berhenti main video game, bisa saja anak apabila dilarang total main game di rumah, maka akan lari ke warnet, sehingga menghentikan kebiasaan anak main game secara perlahan.
  18. Hindari bersikap otoriter, jangan merebut paksa perangkat game yang sedang dimainkan anak, kalau masih bisa melakukan dialog secara lembut, hingga anak mengerti. Tindakan otoriter hanya menghentikan sementara, tetapi di lain waktu membuat anak “lebih berani", dan balik memusuhi orang tuanya.
  19. Orang tua juga bisa mengajak anak bicara baik-baik, agar nantinya bisa dibuat perjanjian bahwa mereka hanya bisa bermain game di waktu libur saja.
  20. Coba mengalihkan perhatian anak dengan beragam kegiatan, agar hari-hari anak padat dengan akivitas yang bermanfaat, di lain waktu Anda bisa mengajak anak berjalan-jalan untuk merefresh pikirannya.
  21. Pilih game yang sesuai dengan usia anak, yang mendidik anak, merangsang daya nalarnya, pengetahuan, menghibur, membangun imajinasi dan kreatifitas anak. Penting menghindari game dengan unsur kekerasan, seperti adegan berkelahi, membunuh, memukul, darah berceceran, dll.
  22. Apabila memang akan membelikan game untuk anak, pastikan tidak membelikan games yang berlogo M atau A,  karena itu adalah logo yang menandakan game tersebut hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa, atau 18 tahun keatas. Pilih yang berlogo misal eC =Early Childhood, atau E=everyone,
  23. Pastika kedua orangtua sudah cukup memberikan waktu dan perhatian untuk sang anak, hal ini agar mencegah anak asyik dengan aktivitas yang menyimpang.
  24. Jangan lupa! Dari temannya, terkadang anak saling mengkopi games, orang tua perlu mengontrol game yang dimainkan anak.


Galeri foto

 
Tags :
tips

Bagikan :