Panduan Lengkap Ternak AYAM KAMPUNG Agar Menguntungkan
sonjaya   17 Mei 2018   Dibaca 316 kali  

Ayam kampung merupakan salah satu tipe ayam buras (bukan ras) yang udah banyak diternakkan sejak era dahulu. Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus, tipe ayam ini merupakan unggas yang paling banyak dipelihara untuk dimanfaatkan daging dan telurnya untuk dikonsumsi. Ayam kampung di Indonesia pada kebanyakan diternakkan cuma sebagai bisnis sampingan saja. Ayam kampung dipelihara nyaris disetiap rumah, sebagai bisnis sampingan pemeliharaan ayam kampung tidak dijalankan secara intensif. Pada kebanyakan penduduk beternak ayam kampung secara umbaran, yaitu ayam peliharaan dibiarkan lepas untuk melacak makan sendiri di alam bebas, dan dimasukkan kandang pada malam hari saja. Pemberian pakan pun tidak dijalankan secara rutin, pakan cuma diberikan kalau ada sisa-sisa nasi atau sisa makanan lainnya.

 

Cara Ternak AYAM KAMPUNG

Ayam kampung merupakan salah satu tipe ternak unggas yang udah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi penduduk Indonesia, ayam kampung udah bukan hal asing. Ayam kampung mudah ditemukan dan nyaris terdapat pada tiap tiap rumah, khususnya di wilayah pedesaan. Istilah “Ayam kampung" pada awalnya adalah kebalikan dari istilah “ayam ras“, dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Namun, semenjak dijalankan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan lebih dari satu ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula lebih dari satu ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari “ayam bukan ras“) bagi ayam kampung yang udah diseleksi dan dipelihara bersama dengan perbaikan tehnik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan melacak makan sendiri. Peternakan ayam kampung membawa manfaat yang cukup besar di dalam menunjang ekonomi penduduk pedesaan gara-gara mempunyai kekuatan adaptasi yang tinggi pada lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah.

Baca juga: haurgeulis.com/ayam-kalkun/


Hingga saat ini belum banyak penduduk yang melakukan kesibukan ternak ayam kampung secara masal atau secara besar-besaran skala komersial. Padahal prospek bisnis ternak ayam kampung di Indonesia cukup menjanjikan. Ayam kampung mempunyai citarasa yang tidak serupa bersama dengan ayam ras (ayam pedaging dan ayam petelur). Daging ayam kampung rasanya lebih lezat kalau dibandingkan bersama dengan ayam ras. Ayam kampung disukai orang gara-gara dagingnya yang kenyal dan “berisi", tidak lembek dan tidak berlemak sebagaimana ayam ras. Berbagai masakan Indonesia banyak yang selamanya manfaatkan ayam kampung gara-gara dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur di dalam pengolahan). Selain itu daging ayam kampung mempunyai kelebihan dibandingkan daging ayam broiler, gara-gara takaran nutrisi yang lebih tinggi. Dipasaran harga ayam kampung jauh lebih tinggi supaya bisnis ternak ayam kampung jauh lebih menjanjikan keuntungan. Sayangnya, belum banyak penduduk yang manfaatkan kesempatan tersebut.

Belakangan ini bisnis ternak ayam kampung semakin digemari. Seriring meningkatnya keinginan ayam kampung baik daging maupun telurnya, ternak ayam kampung kini banyak diusahakan secara semi intensif dan intensif. Ternak ayam kampung pun tidak cuma disita dagingnya, melainkan banyak yang berorientasi pada telur. Tidak cuma itu, penduduk sepertinya udah jadi suntuk mengkonsumsi ayam pedaging / ayam potong. Mereka lebih memilih ayam kampung untuk dijadikan santapan. Hal ini terbukti bersama dengan semakin meningkatnya keinginan daging ayam kampung, khususnya menjelang hari-hari tertentu, apabila menjelang bulan puasa dan lebaran.

Sumber: haurgeulis.com



Galeri foto

 
Tags :
ayam kampung

Bagikan :


Artikel Populer
Produk/Usaha oleh sonjaya

Data tidak tersedia